Dalam konteks pemerintahan nasional, gagasan yang ditawarkan dalam KKP ini sejalan dengan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang menempatkan stabilitas kawasan sebagai prasyarat bagi pembangunan nasional. Kepemimpinan Indonesia di ASEAN menjadi bagian integral dari upaya menjaga ketahanan nasional secara menyeluruh.
Karya ini juga menekankan pentingnya kolaborasi pentaheliks yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat dalam mendukung internasionalisasi moderasi beragama. Sinergi lintas sektor diyakini mampu memperkuat efektivitas kebijakan dan memperluas dampak positif di tingkat regional.
Melalui analisis yang komprehensif, KKP ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Indonesia di ASEAN tidak harus bersifat dominatif, tetapi dapat diwujudkan melalui keteladanan, konsistensi kebijakan, dan kemampuan menawarkan solusi atas persoalan bersama yang dihadapi kawasan.
Moderasi beragama sebagai instrumen diplomasi lunak juga dinilai mampu memperkuat solidaritas regional ASEAN. Solidaritas ini menjadi fondasi penting bagi terciptanya kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera, sekaligus mendukung terwujudnya komunitas ASEAN yang tangguh dan berdaya saing.
Dengan menjadikan moderasi beragama sebagai agenda bersama, Indonesia berpeluang memperkuat perannya sebagai pemimpin moral dan intelektual di kawasan Asia Tenggara. Peran ini tidak hanya berdampak pada stabilitas regional, tetapi juga memperkuat citra positif Indonesia di mata dunia internasional.
KKP ini memberikan kontribusi pemikiran yang signifikan bagi pengembangan strategi kebijakan luar negeri Indonesia, khususnya dalam memanfaatkan kekuatan sosial budaya sebagai instrumen kepemimpinan regional. Gagasan yang disampaikan membuka ruang dialog dan kerja sama yang lebih luas di antara negara-negara ASEAN.
Secara keseluruhan, karya Ahmad Zainul Hamdi ini menegaskan bahwa penguatan kepemimpinan Indonesia di ASEAN melalui internasionalisasi moderasi beragama merupakan langkah strategis yang realistis dan relevan. Pendekatan ini tidak hanya mendukung soliditas regional, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga dan memperkokoh ketahanan nasional Indonesia di tengah dinamika global yang terus berkembang. (IP/BIA)
