Memperkuat Kepemimpinan Indonesia di ASEAN melalui Internasionalisasi Moderasi Beragama

Pengalaman Indonesia dalam mengimplementasikan kebijakan moderasi beragama menunjukkan bahwa agama tidak harus menjadi sumber konflik, tetapi justru dapat menjadi kekuatan perekat sosial dan fondasi bagi pembangunan nasional. Keberhasilan ini menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menawarkan model pengelolaan keragaman kepada negara-negara ASEAN yang menghadapi tantangan serupa.

Dalam kajian ini, Ahmad Zainul Hamdi menyoroti bahwa ancaman ekstremisme dan terorisme bersifat lintas negara, sehingga penanganannya tidak dapat dilakukan secara parsial oleh satu negara saja. Diperlukan kerja sama regional yang solid dan berkelanjutan agar stabilitas kawasan dapat terjaga secara kolektif.

ASEAN sebagai organisasi regional memiliki mekanisme dan struktur yang memungkinkan terbangunnya kerja sama di bidang politik, keamanan, ekonomi, serta sosial budaya. Pilar sosial budaya ASEAN menjadi ruang strategis bagi Indonesia untuk mengarusutamakan nilai-nilai moderasi beragama sebagai bagian dari agenda bersama kawasan.

Internasionalisasi moderasi beragama dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat kepemimpinan informal Indonesia di ASEAN. Melalui proses ini, Indonesia tidak hanya menjadi pelaksana kebijakan nasional, tetapi juga berperan sebagai rujukan dan mitra strategis bagi negara-negara anggota dalam mengelola keragaman dan mencegah konflik berbasis agama.

Pendekatan internasionalisasi ini dapat dilakukan melalui berbagai jalur, baik formal maupun informal, dengan memanfaatkan forum-forum resmi ASEAN serta kerja sama antarlembaga, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas keagamaan lintas negara. Dengan demikian, nilai-nilai moderasi beragama dapat diinternalisasi secara kontekstual sesuai karakter masing-masing negara anggota.

KKP ini juga menempatkan internasionalisasi moderasi beragama dalam kerangka geopolitik dan geostrategi. Stabilitas sosial dan harmoni antarumat beragama di kawasan Asia Tenggara merupakan faktor penting yang mendukung keamanan regional dan memperkuat posisi ASEAN di tengah rivalitas kekuatan global.

Bagi Indonesia, keberhasilan memperkuat kepemimpinan di ASEAN melalui pendekatan sosial budaya akan meningkatkan kredibilitas diplomasi dan daya tawar di tingkat internasional. Kepemimpinan berbasis nilai ini sekaligus mempertegas identitas Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian, toleransi, dan kerja sama.

Scroll to Top