Industrialisasi Perikanan sebagai Pilar Strategis Penguatan Ketahanan Pangan Nasional

Pendekatan industrialisasi perikanan juga sejalan dengan konsep ekonomi biru yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan kelestarian lingkungan. Dengan demikian, pengelolaan perikanan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada keberlanjutan ekosistem dan peningkatan kualitas hidup masyarakat pesisir.

Dalam Taskap ini, ditegaskan bahwa peran pemerintah sangat krusial dalam menciptakan iklim kebijakan yang kondusif bagi industrialisasi perikanan. Regulasi yang jelas, penegakan hukum yang tegas, penyediaan infrastruktur, serta dukungan terhadap inovasi dan pengembangan sumber daya manusia menjadi prasyarat utama keberhasilan transformasi sektor ini.

Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat juga menjadi faktor penentu. Industrialisasi perikanan tidak dapat berjalan secara parsial, melainkan memerlukan sinergi lintas sektor dan lintas wilayah agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan.

Dengan memperkuat industrialisasi perikanan, Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan ketersediaan pangan bergizi, menekan angka kerawanan pangan dan gizi, serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Sektor perikanan tidak hanya berperan sebagai sumber protein, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi dan stabilitas nasional.

Pada akhirnya, industrialisasi perikanan sebagaimana diuraikan dalam Taskap ini merupakan strategi jangka panjang yang visioner dan relevan dengan karakter Indonesia sebagai negara maritim. Transformasi sektor perikanan yang berkelanjutan diharapkan mampu menjawab tantangan ketahanan pangan sekaligus mewujudkan kedaulatan pangan nasional yang tangguh dan berdaya saing. (MF/GT)

Scroll to Top