Kertas Kerja Perorangan (KKP) yang disusun oleh Laksamana Pertama TNI Bambang Wasito, S.E., M.Han., dengan judul “Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan Maritim Guna Mendukung Ketahanan Pangan Dalam Rangka Memperkuat Ketahanan Nasional” menghadirkan gagasan strategis yang relevan dalam menjawab tantangan ketahanan pangan Indonesia di tengah dinamika global dan nasional yang semakin kompleks.
Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki keunggulan geografis yang luar biasa dengan potensi sumber daya kelautan yang melimpah. Laut yang luas serta kekayaan hayati yang tinggi menjadikan sektor perikanan sebagai salah satu pilar penting dalam mendukung ketersediaan pangan nasional berbasis protein hewani.
Namun demikian, potensi besar tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Tingkat pemanfaatan sumber daya perikanan masih berada di bawah kapasitas maksimal yang tersedia, sehingga peluang untuk meningkatkan kontribusi sektor ini terhadap perekonomian dan ketahanan pangan masih sangat terbuka.
Dalam konteks ketahanan pangan nasional, sektor perikanan memiliki peran strategis dalam menyediakan sumber protein yang terjangkau dan bergizi bagi masyarakat. Konsumsi ikan masyarakat Indonesia yang terus meningkat menjadi indikator positif, namun distribusinya masih belum merata di seluruh wilayah.
Permasalahan utama yang diidentifikasi dalam KKP ini mencakup aspek teknis produksi, seperti praktik penangkapan ikan yang belum ramah lingkungan dan tingginya kehilangan hasil pasca panen akibat keterbatasan fasilitas rantai dingin. Kondisi ini berdampak langsung pada efisiensi dan kualitas hasil perikanan.
Selain itu, lemahnya industrialisasi sektor perikanan juga menjadi hambatan signifikan. Sebagian besar produk perikanan masih diekspor dalam bentuk mentah, sehingga nilai tambah ekonomi yang seharusnya dapat dinikmati di dalam negeri menjadi tidak optimal.
Keterbatasan infrastruktur, seperti pelabuhan perikanan yang belum dilengkapi fasilitas memadai, turut memperburuk kondisi rantai pasok. Hal ini menyebabkan tingginya biaya distribusi dan disparitas harga ikan antar wilayah.
Dari sisi sumber daya manusia, rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan nelayan menjadi tantangan tersendiri dalam mendorong modernisasi sektor perikanan. Adopsi teknologi yang masih terbatas menyebabkan produktivitas tetap rendah dan kurang kompetitif.
