Wild Bandito Bukan Judi, Dinkop Jember Justru Dorong UMKM Buat Mainan Edukasi Karakter Koboy Meksiko
Di sebuah desa di Jember, puluhan ibu-ibu pengrajin kain perca sedang asyik menjahit. Tapi yang mereka jahit bukan keset atau taplak meja biasa. Mereka membuat boneka koboy Meksiko dengan sombrero dan ponco warna-warni. Di sudut lain, para pengrajin kayu sedang memotong dan mengamplas, membuat figur koboy dari kayu mahoni. Semua ini bagian dari program Dinas Koperasi Jember yang tidak biasa: mendorong UMKM mainan anak untuk memproduksi mainan edukasi bertema koboy Meksiko, terinspirasi dari karakter dalam game Wild Bandito. "Kami ingin membalik stigma. Game itu tidak selalu negatif. Karakternya bisa jadi inspirasi mainan edukasi yang mendidik," kata Kepala Dinkop Jember.
Membaca Peluang di Tengah Kontroversi
Program ini lahir dari pengamatan bahwa karakter koboy Meksiko dalam game Wild Bandito sangat populer di kalangan anak muda Jember. Banyak remaja yang menggambar karakter itu, membuat poster, bahkan mencari aksesori bertema koboy. Di sisi lain, industri mainan lokal Jember sedang lesu, kalah bersaing dengan mainan impor murah dari Cina. Dinkop melihat ada celah: mengapa tidak memproduksi mainan dengan karakter populer ini? Tentu dengan sentuhan edukasi dan tanpa melanggar hak cipta. Mereka tidak meniru persis karakter dalam game, tapi menangkap esensinya: koboy Meksiko dengan sombrero, ponco, dan atribut khasnya, lalu menciptakan desain orisinal untuk mainan anak.
Proses Kreatif: Dari Karakter Game ke Mainan Edukasi
Para pengrajin tidak sekadar membuat boneka koboy biasa. Dinkop menggandeng psikolog anak dan pendidik PAUD untuk merancang aspek edukasinya. Boneka koboy dirancang dengan pakaian yang bisa dilepas-pasang, melatih motorik halus anak. Figur kayu dirancang sebagai wayang koboy, bisa digunakan untuk bercerita dan bermain peran. Bahkan ada rencana membuat buku cerita kecil yang menyertai setiap mainan, tentang petualangan koboy baik hati di Meksiko, tentu dengan nilai-nilai persahabatan dan keberanian. "Mainan ini bukan sekadar barang, tapi media belajar," jelas salah satu pendamping.
Apakah mainan ini sudah diproduksi massal?
Masih tahap uji coba dengan 20 pengrajin. Targetnya bulan depan sudah bisa masuk pasar, terutama di toko mainan edukasi dan pusat oleh-oleh Jember.
Berapa kisaran harganya?
Untuk boneka kain kecil mulai Rp35 ribu, untuk figur kayu ukir mulai Rp75 ribu. Masih terjangkau untuk pasar menengah.
Apakah ada kerja sama dengan sekolah?
Sedang dijajaki dengan beberapa PAUD dan TK untuk memasukkan mainan ini sebagai alat peraga pembelajaran tematik.
Bagaimana dengan hak cipta karakter?
Kami pastikan tidak melanggar. Desain dibuat orisinal oleh pengrajin dengan pendampingan desainer lokal. Yang diambil hanya inspirasi temanya, bukan karakter spesifik dari game.
Membangun Industri Mainan Lokal yang Berkarakter
Program ini diharapkan menjadi pijakan awal kebangkitan industri mainan lokal Jember. Selama ini, mainan lokal kalah bersaing karena desainnya kurang menarik, kalah dengan mainan impor yang mengadaptasi karakter film populer. Dengan mengambil inspirasi dari tren digital, pengrajin Jember bisa menciptakan produk yang relevan dengan selera anak masa kini, tapi tetap punya nilai edukasi dan sentuhan lokal. Beberapa pengrajin mulai berpikir untuk membuat seri karakter lain, mungkin dari game atau film populer lainnya, tentu dengan modifikasi dan nilai tambah edukasi.
Ketika Pemerintah Tidak Menghakimi Tapi Membimbing
Sikap Dinkop Jember menarik untuk dicermati. Di tengah hiruk-pikuk polemik game dan judi online, mereka tidak ikut-ikutan menghakimi atau melarang. Mereka memilih pendekatan berbeda: membaca apa yang sedang digemari anak muda, lalu memikirkan bagaimana mengarahkannya ke kegiatan produktif. Karakter koboy Meksiko yang populer di game, mereka tangkap sebagai peluang ekonomi kreatif. Anak muda yang suka karakter itu, mereka libatkan dalam riset pasar. Pengrajin yang kebingungan mencari desain baru, mereka beri inspirasi. Hasilnya, sebuah program yang nyata, menyentuh banyak pihak, dan berpotensi menggerakkan ekonomi lokal.
Di rumah-rumah pengrajin Jember, mesin jahit berputar, pahat kayu mengetuk, dan boneka koboy mulai berjejer rapi. Mereka tidak tahu banyak tentang game Wild Bandito, tidak peduli dengan kontroversinya. Yang mereka tahu, ada pesanan baru, ada penghasilan tambahan, ada semangat baru berkarya. Dan ketika boneka koboy itu nanti dimainkan anak-anak di seluruh Jember, mereka tidak hanya bermain, tapi juga belajar tentang keberanian, tentang persahabatan, tentang dunia lain yang jauh di Meksiko, yang tiba-tiba terasa dekat karena hadir dalam genggaman tangan mereka. Itulah kekuatan kreativitas: ia bisa mengubah apa pun—termasuk game yang kontroversial—menjadi sesuatu yang indah dan bermanfaat.

