Buffalo King Menginspirasi Kerajinan Patung Kerbau dari Kayu Mahoni di Madiun, Tembus Pameran di Jakarta

Buffalo King Menginspirasi Kerajinan Patung Kerbau dari Kayu Mahoni di Madiun, Tembus Pameran di Jakarta

Cart 899.899 views
Akses Situs Berita Perpustakaan Indonesia Online Resmi

    Buffalo King Menginspirasi Kerajinan Patung Kerbau dari Kayu Mahoni di Madiun, Tembus Pameran di Jakarta

    Buffalo King Menginspirasi Kerajinan Patung Kerbau dari Kayu Mahoni di Madiun, Tembus Pameran di Jakarta

    Pak Karyo (62) sudah setengah abad bergelut dengan kayu. Dari kayu jati, mahoni, hingga sonokeling, ia bisa menyulapnya menjadi berbagai bentuk: kursi, meja, atau lemari. Tapi ia punya mimpi lama yang belum kesampaian: membuat patung kerbau berukuran besar. Kerbau bagi orang Jawa bukan sekadar hewan ternak. Ia simbol kerja keras, kesuburan, dan kesederhanaan. Tapi selama ini, kerbau kurang populer sebagai subjek seni, kalah dengan garuda atau naga. Hingga suatu hari, cucunya menunjukkan game Buffalo King di ponsel. "Kakek, lihat kerbaunya keren," katanya. Di layar, kerbau-kerbau liar berlari di padang rumput, dengan tanduk besar dan otot kekar. Pak Karyo terpana. "Ini kerbau yang selama ini ada di bayanganku," gumamnya. Ia langsung mengambil kayu mahoni terbaik dan mulai memahat.

    Menangkap Kekuatan dan Kegagahan Kerbau Liar

    Yang membuat Pak Karyo tertarik dari visual Buffalo King bukanlah mekanisme gamenya, melainkan penggambaran kerbaunya. Kerbau dalam game itu digambarkan gagah, bertenaga, hampir mistis. Berbeda dengan kerbau Jawa yang lebih dikenal sebagai hewan pekerja yang lembek. Ia ingin menangkap kegagahan itu, tapi dengan gaya pahatan khas Madiun yang halus dan detail. Prosesnya tidak mudah. Ia harus mempelajari anatomi kerbau dari berbagai referensi, lalu menyesuaikan dengan gaya ukirnya. Butuh dua bulan untuk menyelesaikan patung pertama: seekor kerbau jantan dengan tanduk melengkung lebar, otot-otot tegang, siap menyerang.

    Apakah patung kerbau ini laku dijual?

    Luar biasa. Patung pertama langsung dibeli kolektor dari Surabaya seharga Rp8 juta. Sekarang pesanan terus berdatangan, termasuk dari Jakarta dan Bali.

    Berapa ukuran patung yang dibuat?

    Bervariasi, dari ukuran kecil 30 cm untuk hiasan meja hingga ukuran besar 1,5 meter untuk taman atau lobby hotel.

    Apakah Pak Karyo mengerjakan sendiri?

    Untuk pesanan besar ia dibantu tiga perajin muda. Ia mengajari mereka teknik memahat kerbau dengan karakter yang benar.

    Apa bahan bakunya?

    Mayoritas kayu mahoni karena mudah dibentuk dan warnanya bagus. Untuk pesanan khusus bisa pakai jati atau sonokeling.

    Mengangkat Simbol Lokal dengan Sentuhan Global

    Pak Karyo tidak sekadar membuat patung kerbau biasa. Ia memberi karakter pada setiap karyanya. Ada kerbau dengan kepala mendongak, melambangkan optimisme. Ada kerbau dengan tubuh membungkuk, siap membajak, melambangkan kerja keras. Ada juga kerbau dengan mata menyala, melambangkan semangat juang. Ia memberi nama setiap seri: "Kerbau Jawara", "Kerbau Lelono", "Kerbau Setyo". Yang menarik, banyak pembeli muda yang tertarik justru karena mereka ingat game Buffalo King. "Saya beli ini karena ingat game favorit saya," kata seorang pembeli. Tapi setelah memiliki patung itu, mereka mulai belajar tentang filosofi kerbau dalam budaya Jawa. Ada transfer pengetahuan yang terjadi secara alami.

    Tembus Pameran Jakarta dan Apresiasi Nasional

    Awalnya Pak Karyo hanya menjual di pasar lokal Madiun. Tapi setelah fotonya diunggah cucu di media sosial, seorang kurator seni dari Jakarta tertarik. Ia mengundang Pak Karyo untuk ikut pameran seni rupa di Galeri Nasional. Enam patung kerbau ukuran sedang dikirim ke Jakarta. Responsnya di luar dugaan. Pengunjung pameran, termasuk para kolektor dan kritikus seni, terkesan dengan detail dan karakter patungnya. "Ini interpretasi kerbau yang segar, tidak biasa," kata seorang kurator. Tiga patungnya ludes terjual di hari pertama pameran. Pak Karyo yang hanya biasa pamer di pasar desa, tiba-tiba harus wawancara dengan beberapa media nasional.

    Belajar dari Irama Alam dan Kehidupan

    Pak Karyo percaya bahwa kerbau punya irama hidup yang mirip dengan manusia. Pagi mereka bekerja keras di sawah, siang berendam di kubangan, sore kembali ke kandang. Ada siklus kerja-istirahat yang teratur. Ia menangkap irama itu dalam pahatannya: kerbau dengan otot tegang saat bekerja, kerbau dengan tubuh rileks saat berendam, kerbau dengan kepala tegak saat melihat majikan pulang. "Kerbau itu mengajarkan kita tentang kesabaran dan ketekunan," katanya.

    Di bengkel kecilnya di pinggiran Madiun, Pak Karyo kini tidak hanya ditemani pahat dan kayu. Ia juga ditemani cucu-cucunya yang sesekali menunjukkan gambar-gambar dari game. Ia tidak keberatan. Justru ia minta mereka terus mencari inspirasi dari dunia digital. "Tunjukkan yang keren-keren, nanti Kakek coba bikin dari kayu," katanya. Dan ketika serbuk kayu beterbangan di bawah pahatnya, ia seperti sedang berdialog dengan dua dunia: dunia tradisi yang ia warisi dari leluhur, dan dunia digital yang dibawa cucu-cucunya. Dari dialog itu, lahirlah kerbau-kerbau kayu yang gagah, siap menginspirasi siapa pun yang melihatnya.

    by
    by
    by
    by
    by

    Tell us what you think!

    We like to ask you a few questions to help improve ThemeForest.

    Sure, take me to the survey
    LISENSI Berita Perpustakaan Indonesia Selected
    $1

    Use, by you or one client, in a single end product which end users are not charged for. The total price includes the item price and a buyer fee.