Sugar Rush Effect: Warga Blitar Sulap Gula Merah Jadi Permen Kekinian, Diburu Wisatawan Makam Bung Karni

Sugar Rush Effect: Warga Blitar Sulap Gula Merah Jadi Permen Kekinian, Diburu Wisatawan Makam Bung Karni

Cart 899.899 views
Akses Situs Berita Perpustakaan Indonesia Online Resmi

    Sugar Rush Effect: Warga Blitar Sulap Gula Merah Jadi Permen Kekinian, Diburu Wisatawan Makam Bung Karni

    Sugar Rush Effect: Warga Blitar Sulap Gula Merah Jadi Permen Kekinian, Diburu Wisatawan Makam Bung Karni

    Makam Bung Karni di Blitar setiap akhir pekan selalu ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Di sekitar makam, puluhan pedagang menjajakan oleh-oleh khas: keripik tempe, jenang, dan tentu saja gula merah cetak. Tapi akhir-akhir ini, muncul pedagang baru dengan dagangan tak biasa: permen warna-warni dalam toples kaca besar, bentuknya bulat-bulat kecil dengan taburan gula pasir warna-warni. Namanya "Sugar Rush Candy", terinspirasi dari game Sugar Rush yang populer di kalangan anak muda. Pembuatnya adalah Bu Rumini (45), warga desa sekitar yang sebelumnya hanya pengrajin gula merah biasa. "Saya lihat anak saya main game, gambarnya warna-warni cerah. Saya pikir, kenapa gula merah nggak dibikin warna-warni saja," kenangnya.

    Membaca Pasar Wisata dengan Perspektif Baru

    Bu Rumini selama 20 tahun membuat gula merah cetak seperti kebanyakan perajin di Blitar. Pendapatannya pas-pasan, persaingan ketat. Ia mulai berpikir untuk membuat sesuatu yang berbeda. Saat mengamati anaknya main game Sugar Rush, ia melihat lautan permen warna-warni dalam game itu. "Wah, ini cantik sekali, seperti permen beneran," pikirnya. Ia mulai bereksperimen di dapur, mencampur gula merah dengan pewarna makanan alami dari buah naga untuk merah, kunyit untuk kuning, dan daun suji untuk hijau. Hasilnya, gula merah tidak lagi coklat tua, tapi berwarna-warni cerah. Ia potong kecil-kecil bulat, gulingkan di gula pasir warna-warni, dan jadilah permen Sugar Rush versi Blitar.

    Proses Kreatif: Menangkap Esensi Visual

    Yang dilakukan Bu Rumini sebetulnya sederhana: menangkap esensi visual dari game dan menerjemahkannya ke produk nyata. Game Sugar Rush dikenal dengan dunia permen yang penuh warna—cair, ceria, menggiurkan. Ia tidak mungkin membuat permen melayang atau lintasan balap seperti di game. Tapi ia bisa menangkap elemen warnanya: merah cerah, kuning menyala, hijau segar, dan pastel lembut. Ia juga meniru bentuk bulat-bulat kecil yang mengingatkan pada permen dalam game. Hasilnya, permen gula merahnya tidak lagi terlihat tradisional, tapi kekinian, instagramable, dan langsung menarik perhatian wisatawan, terutama anak muda.

    Apakah permen ini laris di pasaran?

    Luar biasa. Dalam sehari bisa habis 50 toples besar saat weekend. Wisatawan muda suka karena warnanya cantik untuk foto, yang tua suka karena rasanya tetap tradisional.

    Berapa harga per toples?

    Kemasan kecil Rp15 ribu, sedang Rp25 ribu, besar Rp45 ribu. Masih terjangkau untuk oleh-oleh.

    Apakah Bu Rumini merekrut tetangga untuk membantu?

    Sekarang sudah ada 8 tetangga yang ikut produksi. Bu Rumini fokus di pewarnaan dan kontrol kualitas, yang lain bantu potong dan kemas.

    Apakah ada rencana membuat varian bentuk lain?

    Sedang uji coba bentuk bintang dan hati, tapi yang paling laris tetap yang bulat seperti di game.

    Gula Merah Naik Kelas Berkat Sentuhan Digital

    Yang membanggakan dari kisah Bu Rumini, ia tidak hanya menaikkan omzet sendiri. Ia juga mengangkat derajat gula merah sebagai produk tradisional. Selama ini gula merah identik dengan dapur sederhana dan pasar tradisional. Kini gula merah versinya bisa masuk ke toko oleh-oleh modern, berdampingan dengan cokelat impor dan permen modern. Wisatawan yang membawa pulang permen ini tidak hanya membawa rasa manis, tapi juga cerita tentang kreativitas warga Blitar yang bisa membaca tren dan beradaptasi.

    Belajar dari Irama Kehidupan dan Permainan

    Bu Rumini tidak pernah main game Sugar Rush. Ia hanya melihat sekilas dari layar ponsel anaknya. Tapi ia cukup peka untuk menangkap satu hal: warna-warna cerah itu menarik, membuat orang ingin memakannya. Ia tidak perlu paham mekanisme game atau cara menang di dalamnya. Ia cukup membaca satu elemen visual dan menerapkannya di dunia nyata. Itulah kecerdasan seorang perajin tradisional: ia tahu bahwa pada akhirnya, yang dicari orang adalah keindahan, kebaruan, dan cerita.

    Di toko kecilnya dekat Makam Bung Karni, Bu Rumini kini tersenyum setiap kali melihat wisatawan mengantri membeli permennya. Ada kepuasan yang tidak bisa diukur dengan uang: kepuasan melihat produk tradisionalnya bisa diterima generasi baru, kepuasan melihat tetangganya ikut bekerja, dan kepuasan karena ia membuktikan bahwa kreativitas tidak mengenal usia. Di usianya yang 45 tahun, ia belajar hal baru dari anaknya: bahwa dunia digital tidak harus dimusuhi, tapi bisa jadi sumber inspirasi tak terduga. Dan ketika permen Sugar Rush-nya ludes terjual, ia tahu bahwa esok ia akan bangun lagi, mencampur gula dan pewarna, menciptakan warna-warna baru yang mungkin besok akan jadi tren. Karena hidup, seperti game, adalah tentang terus bergerak, terus beradaptasi, dan terus menciptakan.

    by
    by
    by
    by
    by

    Tell us what you think!

    We like to ask you a few questions to help improve ThemeForest.

    Sure, take me to the survey
    LISENSI Berita Perpustakaan Indonesia Selected
    $1

    Use, by you or one client, in a single end product which end users are not charged for. The total price includes the item price and a buyer fee.