{"id":938,"date":"2026-01-08T11:04:31","date_gmt":"2026-01-08T04:04:31","guid":{"rendered":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=938"},"modified":"2026-01-12T11:11:31","modified_gmt":"2026-01-12T04:11:31","slug":"ketahanan-pangan-india-di-tengah-perubahan-iklim-dan-tantangan-profitabilitas-pertanian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=938","title":{"rendered":"Ketahanan Pangan India di Tengah Perubahan Iklim dan Tantangan Profitabilitas Pertanian"},"content":{"rendered":"\n<p>Ketahanan pangan India menjadi fokus penting dalam Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) yang disusun oleh Cmde P. Sasi Kumar, VSM, peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXVIII Lemhannas RI Tahun 2025, dengan judul \u201cKetahanan Pangan India Guna Menghadapi Perubahan Iklim dan Penurunan Profitabilitas\u201d. Karya ilmiah ini mengulas secara komprehensif dinamika sektor pertanian India yang menghadapi tekanan ganda berupa perubahan iklim global dan menurunnya tingkat keuntungan usaha tani, sekaligus menawarkan kerangka pemikiran strategis untuk menjaga keberlanjutan ketahanan pangan nasional India di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>India merupakan salah satu negara dengan peran strategis dalam sistem pangan global. Sebagai produsen pangan terbesar kedua di dunia, India tidak hanya bertanggung jawab memenuhi kebutuhan domestik penduduknya yang sangat besar, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap pasokan pangan dunia melalui ekspor berbagai komoditas utama. Kondisi ini menjadikan ketahanan pangan India sebagai isu yang memiliki dimensi nasional, regional, dan global, terutama di tengah ketidakpastian iklim dan gejolak ekonomi internasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Sektor pertanian di India masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional dengan menyerap lebih dari separuh tenaga kerja. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto dan Nilai Tambah Bruto tetap signifikan, meskipun dalam beberapa dekade terakhir laju pertumbuhannya relatif melambat dibandingkan sektor jasa dan industri. Ketergantungan penduduk pedesaan terhadap pertanian menjadikan stabilitas sektor ini sangat menentukan kesejahteraan sosial dan stabilitas nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejarah Revolusi Hijau yang dialami India pada akhir 1960-an hingga 1980-an menjadi tonggak penting dalam mencapai swasembada pangan, khususnya untuk komoditas beras dan gandum. Melalui reformasi agraria, pemanfaatan varietas unggul, serta adopsi teknologi pertanian modern, India berhasil keluar dari ketergantungan impor pangan dan bahkan menjadi eksportir utama. Namun, keberhasilan historis ini tidak serta-merta menjamin ketahanan pangan jangka panjang di tengah tantangan baru yang semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n<p>Perubahan iklim global muncul sebagai ancaman serius terhadap keberlanjutan produksi pertanian. Peningkatan suhu rata-rata, pergeseran pola monsun, frekuensi cuaca ekstrem, serta ketidakpastian curah hujan telah memengaruhi produktivitas lahan pertanian di berbagai wilayah India. Dampak ini tidak hanya bersifat ekologis, tetapi juga berdampak langsung pada aspek ekonomi dan sosial petani.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>Beras dan gandum sebagai dua komoditas pangan utama India sangat rentan terhadap fluktuasi iklim. Perubahan kecil pada suhu dan curah hujan dapat berdampak signifikan terhadap hasil panen. Penelitian yang dikaji dalam Taskap ini menunjukkan adanya korelasi kuat antara variabilitas iklim dan fluktuasi produksi kedua komoditas tersebut, sehingga perubahan iklim berpotensi menggerus fondasi ketahanan pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain tantangan iklim, sektor pertanian India juga menghadapi persoalan penurunan profitabilitas. Biaya produksi yang terus meningkat akibat kenaikan harga input, upah tenaga kerja, serta biaya manajerial tidak selalu diimbangi dengan kenaikan harga jual hasil panen. Kondisi ini menekan margin keuntungan petani dan menurunkan daya tarik sektor pertanian sebagai sumber penghidupan yang layak.<\/p>\n\n\n\n<p>Penurunan profitabilitas pertanian berdampak pada menurunnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor ini. Migrasi tenaga kerja dari desa ke kota semakin meningkat, meninggalkan sektor pertanian dengan tenaga kerja yang menua dan keterbatasan regenerasi. Fenomena ini berpotensi memperlemah kapasitas produksi pangan dalam jangka panjang apabila tidak diantisipasi secara strategis.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap ini menegaskan bahwa tantangan ketahanan pangan India tidak dapat dipandang secara parsial. Perubahan iklim, dinamika demografi, tekanan ekonomi, serta transformasi sosial saling terkait dan membentuk kompleksitas persoalan yang membutuhkan pendekatan multidisiplin. Ketahanan pangan tidak semata soal produksi, tetapi juga mencakup keberlanjutan sistem pertanian dan kesejahteraan petani.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam konteks tersebut, penulis mengkaji berbagai strategi mitigasi yang dapat diterapkan di tingkat lapangan. Praktik pertanian konservasi, pengolahan tanah minimum, penggunaan varietas unggul tahan iklim, serta inovasi seperti pengeditan genom dan priming benih menjadi alternatif untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi kerentanan produksi terhadap perubahan iklim.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemanfaatan teknologi modern, termasuk penggunaan drone dalam pertanian, juga menjadi bagian penting dari strategi adaptasi. Teknologi ini memungkinkan pemantauan kondisi lahan secara presisi, efisiensi penggunaan input, serta deteksi dini terhadap stres tanaman. Integrasi teknologi digital diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan profitabilitas usaha tani.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>Di luar aspek teknis budidaya, Taskap ini menekankan pentingnya strategi di luar lapangan yang mencakup penguatan sistem informasi, berbagi pengetahuan, dan peningkatan literasi petani. Akses terhadap informasi iklim, pasar, dan teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan kapasitas adaptif petani kecil dan marjinal yang mendominasi struktur pertanian India.<\/p>\n\n\n\n<p>Fasilitasi perdagangan dan reformasi pasar pertanian juga menjadi sorotan penting. Sistem pemasaran yang lebih adil dan efisien diharapkan mampu memberikan harga yang lebih remuneratif bagi petani. Dengan demikian, peningkatan produksi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan pelaku utama sektor pertanian.<\/p>\n\n\n\n<p>Dukungan pendapatan melalui kebijakan pemerintah menjadi elemen strategis dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Subsidi yang tepat sasaran, skema perlindungan sosial, serta insentif untuk praktik pertanian berkelanjutan dapat membantu petani menghadapi risiko iklim dan volatilitas pasar. Kebijakan ini harus dirancang secara adaptif dan responsif terhadap perubahan lingkungan strategis.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap ini juga menempatkan ketahanan pangan India dalam kerangka kepentingan nasional dan global. Sebagai negara dengan populasi terbesar di dunia, stabilitas pangan India memiliki implikasi luas terhadap keamanan regional dan global. Gangguan produksi pangan di India berpotensi memicu gejolak harga dan ketidakstabilan di pasar internasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, upaya menjaga ketahanan pangan India selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya penghapusan kelaparan dan aksi terhadap perubahan iklim. Sinergi antara kebijakan nasional dan komitmen global menjadi prasyarat penting dalam menghadapi tantangan lintas batas yang bersifat jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui analisis data, kajian kebijakan, dan pendekatan multidisiplin, Taskap ini memberikan gambaran utuh mengenai kondisi aktual dan proyeksi ketahanan pangan India. Rekomendasi yang disusun tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga strategis, dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang.<\/p>\n\n\n\n<p>Karya ilmiah ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan di era perubahan iklim membutuhkan transformasi sistem pertanian secara menyeluruh. Inovasi teknologi, reformasi kebijakan, dan pemberdayaan petani harus berjalan seiring untuk membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan. (IP\/BIA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketahanan pangan India menjadi fokus penting dalam Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) yang disusun oleh Cmde P. Sasi Kumar, VSM, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-938","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-naskah-publikasi"],"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false},"uagb_author_info":{"display_name":"BI","author_link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?author=2"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Ketahanan pangan India menjadi fokus penting dalam Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) yang disusun oleh Cmde P. Sasi Kumar, VSM, [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/938","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=938"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/938\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":940,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/938\/revisions\/940"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=938"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=938"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=938"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}