{"id":841,"date":"2025-11-06T11:43:00","date_gmt":"2025-11-06T04:43:00","guid":{"rendered":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=841"},"modified":"2025-11-12T23:49:09","modified_gmt":"2025-11-12T16:49:09","slug":"membangun-pertanian-yordania-untuk-ketahanan-pangan-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=841","title":{"rendered":"Membangun Pertanian Yordania untuk Ketahanan Pangan Global"},"content":{"rendered":"\n<p>Colonel Eqab Saleh Morshed Alja\u2019afreh dari Yordania Army menjadi salah satu peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXVIII Lemhannas RI Tahun 2025 yang menorehkan pemikiran strategis melalui Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) berjudul <em>\u201cMembangun Pertanian di Yordania untuk Ketahanan Pangan.\u201d<\/em> Taskap ini merupakan hasil refleksi akademik dan strategis terhadap persoalan krusial yang dihadapi negaranya, terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di tengah keterbatasan sumber daya alam dan dampak perubahan iklim global.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pengantarnya, Colonel Eqab menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah tantangan strategis abad ke-21 yang dihadapi banyak negara, termasuk Yordania. Sebagai salah satu negara dengan tingkat ketersediaan air terendah di dunia, Yordania dihadapkan pada krisis air, degradasi lahan, dan meningkatnya ketergantungan terhadap impor pangan. Situasi ini menuntut kebijakan pertanian yang inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi jangka panjang agar negara tersebut dapat mengamankan pasokan pangan nasionalnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui penelitiannya, Eqab menyoroti bahwa kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) kini mengimpor hampir 50 persen dari kebutuhan pangan. Ketergantungan ini tidak hanya menciptakan kerentanan ekonomi, tetapi juga ancaman terhadap stabilitas politik dan sosial kawasan. Dalam konteks Yordania, permasalahan tersebut diperparah oleh kondisi geografis yang gersang, curah hujan yang minim, serta praktik pengelolaan sumber daya yang belum efisien.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap ini secara komprehensif menganalisis tantangan utama sektor pertanian Yordania yang meliputi kelangkaan air, fragmentasi kepemilikan lahan, degradasi tanah, dan tingginya biaya produksi. Colonel Eqab menekankan bahwa 88 persen kepemilikan pertanian di Yordania terdiri atas lahan kecil di bawah tiga hektar, sehingga sulit mencapai efisiensi ekonomi maupun penerapan teknologi modern. Hal ini membuat sektor pertanian sulit bertransformasi menjadi penopang utama ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam analisisnya, Eqab mengaitkan pembangunan pertanian dengan konsep <em>national resilience<\/em> atau ketahanan nasional. Ia melihat bahwa ketahanan pangan tidak hanya merupakan isu ekonomi, tetapi juga bagian integral dari pertahanan negara. Sektor pertanian yang kuat akan memperkuat stabilitas sosial dan mengurangi ketergantungan eksternal terhadap bahan pangan impor. Dengan demikian, pertanian harus dipandang sebagai pilar strategis dalam sistem ketahanan nasional.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>Melalui pendekatan multidisipliner, Eqab mengusulkan strategi pembangunan pertanian yang mengintegrasikan kebijakan air, energi, dan inovasi teknologi. Menurutnya, pembangunan pertanian di Yordania tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan harus melibatkan sinergi lintas bidang dan lembaga. Pendekatan ini sejalan dengan kerangka kerja yang diatur dalam <em>Strategi Nasional Pembangunan Pertanian 2020\u20132025<\/em> serta <em>Rencana Modernisasi Ekonomi 2023\u20132033<\/em> yang diterapkan pemerintah Yordania.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain meninjau kondisi nasional, Eqab membandingkan pengalaman negara lain dalam menghadapi keterbatasan sumber daya alam. Ia mengutip keberhasilan Israel dalam daur ulang air limbah untuk irigasi, Belanda dengan sistem pertanian presisi berbasis teknologi, serta Australia dalam mengembangkan <em>conservation agriculture.<\/em> Pembelajaran ini menjadi referensi berharga bagi Yordania untuk mengadaptasi inovasi yang relevan dengan kondisi lokalnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari sisi lingkungan strategis regional, Taskap ini juga menyoroti pentingnya kerja sama antarnegara di Timur Tengah. Yordania dapat memperkuat diplomasi pangan dan air melalui kemitraan dengan negara tetangga seperti Mesir, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Selain itu, inisiatif investasi lintas batas di sektor pertanian, termasuk penyewaan lahan subur di negara lain, dinilai sebagai salah satu alternatif dalam menjaga ketersediaan pangan domestik.<\/p>\n\n\n\n<p>Eqab juga menekankan peran teknologi digital dan generasi muda dalam memperkuat sektor pertanian. Dengan lebih dari 60 persen populasi Yordania berusia di bawah 30 tahun, potensi inovasi melalui <em>smart farming<\/em>, pertanian vertikal, dan ekonomi sirkular perlu digerakkan secara masif. Menurutnya, pemanfaatan teknologi pertanian modern seperti drone, sensor irigasi, dan sistem pemantauan cuaca dapat meningkatkan produktivitas hingga 30 persen.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu hal menarik dalam Taskap ini adalah penekanannya pada aspek sosial dan budaya dalam pembangunan pertanian. Eqab menilai bahwa ketahanan pangan bukan hanya persoalan produksi, tetapi juga kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan lokal dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Oleh sebab itu, pendidikan, riset, dan pelibatan komunitas menjadi elemen penting dalam menciptakan ekosistem pangan yang tangguh.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap ini juga menawarkan sejumlah rekomendasi kebijakan, di antaranya reformasi kelembagaan pertanian, peningkatan investasi publik dan swasta, serta penguatan riset dan transfer teknologi. Eqab menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta dapat menciptakan model pertanian adaptif yang sesuai dengan tantangan global seperti perubahan iklim dan ketegangan geopolitik.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>Dari hasil kajiannya, Colonel Eqab menyimpulkan bahwa ketahanan pangan Yordania hanya dapat dicapai melalui pembangunan pertanian yang efisien, inklusif, dan berkelanjutan. Hal ini membutuhkan kebijakan yang berpihak pada petani kecil, infrastruktur pendukung yang memadai, serta integrasi strategi air dan energi secara nasional. Transformasi ini, menurutnya, akan memperkuat kedaulatan pangan dan memperkokoh ketahanan nasional Yordania.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain memberikan manfaat bagi negaranya, karya ilmiah Colonel Eqab juga mencerminkan kontribusi peserta P4N Lemhannas RI dalam memajukan dialog global mengenai ketahanan pangan. Melalui wadah akademik ini, gagasan lintas negara dapat dipertukarkan untuk memperkaya perspektif strategis dalam menghadapi tantangan global bersama.<\/p>\n\n\n\n<p>Lemhannas RI sebagai lembaga penyelenggara pendidikan strategis nasional memberikan ruang bagi para peserta internasional untuk membangun jejaring pengetahuan dan kolaborasi. Keterlibatan perwira dari Yordania seperti Colonel Eqab menjadi bukti nyata bahwa Lemhannas RI terus memainkan peran penting dalam diplomasi pendidikan dan penguatan kerja sama global di bidang ketahanan nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap ini tidak hanya memperluas wawasan strategis peserta terhadap isu pangan global, tetapi juga menunjukkan bagaimana pendekatan ilmiah dapat menjadi dasar kebijakan publik yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Melalui riset ini, Colonel Eqab memberikan kontribusi pemikiran yang bernilai bagi Yordania dan menjadi inspirasi bagi negara lain dengan kondisi serupa.<\/p>\n\n\n\n<p>Karya tersebut menjadi contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan dan pengalaman kepemimpinan dapat bersinergi untuk mencari solusi konkret terhadap permasalahan global. Dengan perspektif geopolitik yang tajam dan pendekatan ilmiah yang komprehensif, Taskap ini menegaskan bahwa pertanian adalah kunci bagi kemandirian dan stabilitas nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui publikasi ini, Lemhannas RI tidak hanya menampilkan hasil karya akademik peserta P4N, tetapi juga mengangkat semangat kolaborasi antarbangsa dalam menghadapi isu ketahanan pangan dunia. Pemikiran Colonel Eqab menjadi bagian dari kontribusi strategis Lemhannas RI dalam membangun jejaring pengetahuan global menuju keamanan dan kesejahteraan bersama. (MF\/BIA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Colonel Eqab Saleh Morshed Alja\u2019afreh dari Yordania Army menjadi salah satu peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-841","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-naskah-publikasi"],"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false},"uagb_author_info":{"display_name":"BI","author_link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?author=2"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Colonel Eqab Saleh Morshed Alja\u2019afreh dari Yordania Army menjadi salah satu peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/841","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=841"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/841\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=841"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=841"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=841"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}