{"id":825,"date":"2025-10-28T08:09:00","date_gmt":"2025-10-28T01:09:00","guid":{"rendered":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=825"},"modified":"2025-11-03T09:25:19","modified_gmt":"2025-11-03T02:25:19","slug":"menyiapkan-talenta-muda-berdaya-saing-global-menuju-indonesia-emas-2045","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=825","title":{"rendered":"Menyiapkan Talenta Muda Berdaya Saing Global Menuju Indonesia Emas 2045"},"content":{"rendered":"\n<p>Sebagai peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXVIII Lemhannas RI Tahun 2025, Komisaris Besar Polisi Cahyo Widiarso, S.H., S.I.K., M.H. menyusun Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) berjudul \u201cTalenta Muda Berdaya Saing Global Guna Mendukung Tercapainya Indonesia Emas 2045.\u201d Melalui karyanya, Cahyo menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia unggul yang siap bersaing secara global sebagai pilar utama mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.<\/p>\n\n\n\n<p>Cahyo menjelaskan bahwa pada periode 2030\u20132045, Indonesia akan menikmati puncak bonus demografi di mana sekitar 70% penduduk berada pada usia produktif. Kondisi ini merupakan peluang emas untuk meningkatkan daya saing bangsa jika didukung dengan kebijakan strategis yang mampu mencetak generasi muda kreatif, inovatif, dan berkarakter. Namun, jika tidak diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia, bonus tersebut justru dapat berubah menjadi beban demografi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam naskahnya, Cahyo menekankan bahwa talenta muda Indonesia harus dibekali kemampuan digital, semangat inovasi, dan jiwa kewirausahaan agar dapat menjadi motor penggerak pembangunan nasional. Generasi Z dan Generasi Alpha akan menjadi tulang punggung bangsa pada 2045, sehingga perlu disiapkan sejak dini melalui pendidikan yang relevan dengan tuntutan global. Menurutnya, SDM unggul tidak hanya terampil, tetapi juga berintegritas dan berkarakter kuat yang berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menyoroti pula bahwa daya saing talenta muda Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan Global Talent Competitiveness Index (GTCI) 2023, Indonesia menempati posisi ke-80 dari 134 negara. Sementara itu, dalam survei Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, kemampuan literasi, matematika, dan sains pelajar Indonesia masih di bawah rata-rata. Kondisi ini menunjukkan perlunya reformasi pendidikan yang lebih berorientasi pada penguasaan kompetensi abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n<p>Cahyo menggarisbawahi pentingnya inovasi kebijakan seperti Kurikulum Merdeka Belajar dan Manajemen Talenta Nasional (MTN). Program Merdeka Belajar memberi ruang bagi siswa untuk belajar sesuai minat dan bakat, sedangkan MTN yang diatur dalam Perpres Nomor 108 Tahun 2024 menjadi strategi nasional dalam mengidentifikasi dan membina talenta terbaik bangsa di bidang riset, seni, olahraga, serta kewirausahaan. Kedua kebijakan ini dinilai dapat memperkuat ekosistem pengembangan talenta jika dijalankan secara terintegrasi.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>Namun, Cahyo juga mencatat berbagai kendala implementasi di lapangan. Kurangnya infrastruktur digital di daerah 3T, rendahnya tingkat sertifikasi guru, dan lemahnya koordinasi antarinstansi menjadi hambatan dalam pemerataan mutu pendidikan. Ia menegaskan bahwa pembangunan SDM tidak akan efektif tanpa dukungan tenaga pendidik yang profesional serta infrastruktur teknologi yang memadai untuk menunjang proses belajar mengajar.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam analisisnya, Cahyo mengusulkan peningkatan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk mempercepat penciptaan talenta muda unggul. Dunia industri diharapkan dapat terlibat aktif melalui program magang, riset terapan, serta inkubasi kewirausahaan agar generasi muda memperoleh pengalaman langsung menghadapi tantangan global.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, penguasaan teknologi digital menjadi keharusan bagi talenta muda Indonesia. Revolusi Industri 4.0 dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) menuntut generasi muda untuk adaptif terhadap perubahan. Pemerintah, melalui program Digital Talent Scholarship (DTS) dan pembangunan Digital Talent Center (DTC) di berbagai daerah, perlu memperluas akses pelatihan digital yang menjangkau hingga pelosok negeri agar tidak terjadi kesenjangan kompetensi antarwilayah.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap ini juga menggarisbawahi pentingnya integritas dan karakter kebangsaan sebagai fondasi daya saing global. Menurut Cahyo, generasi muda Indonesia harus mampu menyeimbangkan antara kecanggihan teknologi dan nilai-nilai moral bangsa. Talenta yang cerdas dan berkarakter kuat akan menjadi pelopor inovasi yang beretika dan berorientasi pada kepentingan nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan pendekatan strategis yang komprehensif, Cahyo mengajukan rekomendasi agar pengembangan talenta muda dilakukan melalui tiga arah utama: memperkuat pendidikan berbasis karakter dan teknologi, memperluas akses pelatihan digital inklusif, serta memperkuat ekosistem inovasi berbasis kewirausahaan. Upaya ini akan memastikan generasi muda tidak hanya menjadi tenaga kerja kompeten, tetapi juga pencipta lapangan kerja yang membawa Indonesia menuju kemandirian ekonomi.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui karyanya, Cahyo Widiarso menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia Emas 2045 bergantung pada kemampuan bangsa menyiapkan talenta muda yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Ia menutup Taskap-nya dengan keyakinan bahwa dengan investasi berkelanjutan pada pendidikan, teknologi, dan karakter bangsa, Indonesia akan mampu berdiri sejajar dengan negara maju di dunia\u2014bukan sekadar karena sumber daya alamnya, tetapi karena kekuatan sumber daya manusianya.(ALV\/BIA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXVIII Lemhannas RI Tahun 2025, Komisaris Besar Polisi Cahyo Widiarso, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-825","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-naskah-publikasi"],"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false},"uagb_author_info":{"display_name":"AT","author_link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?author=5"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Sebagai peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXVIII Lemhannas RI Tahun 2025, Komisaris Besar Polisi Cahyo Widiarso, [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/825","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=825"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/825\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=825"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=825"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=825"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}