{"id":613,"date":"2025-09-30T10:33:12","date_gmt":"2025-09-30T03:33:12","guid":{"rendered":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=613"},"modified":"2025-10-03T10:58:10","modified_gmt":"2025-10-03T03:58:10","slug":"strategi-peningkatan-pertumbuhan-ekonomi-nasional-dalam-menghadapi-perubahan-lanskap-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=613","title":{"rendered":"Strategi Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Nasional dalam Menghadapi Perubahan Lanskap Global"},"content":{"rendered":"\n<p>Kolonel Inf Vivin Alivianto, S.I.P., peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Lemhannas RI Tahun 2024, menyusun Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) dengan judul <em>\u201cPeningkatan Pertumbuhan Ekonomi Nasional Guna Menghadapi Perubahan Lanskap Ekonomi Global\u201d<\/em>. Tulisan ini hadir sebagai bentuk kontribusi gagasan strategis dalam menjawab tantangan ekonomi yang semakin kompleks di tengah dinamika global.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap tersebut diawali dengan uraian mengenai perubahan struktur perekonomian dunia yang semakin terintegrasi. Globalisasi menghadirkan peluang, namun sekaligus membuka kerentanan, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia. Peningkatan arus perdagangan, investasi, hingga teknologi menuntut Indonesia memiliki strategi tangguh agar mampu menjaga daya saing ekonomi nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2023 masih berada di kisaran 5,05 persen. Meskipun stabil, angka ini lebih rendah dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 5,31 persen. Kondisi tersebut mencerminkan adanya tekanan eksternal dari perlambatan permintaan global, inflasi tinggi, serta ketidakpastian kebijakan moneter internasional yang memengaruhi stabilitas rupiah maupun aliran modal.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kajiannya, Kolonel Vivin menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional bukan hanya soal angka statistik, melainkan sebuah indikator kekuatan bangsa dalam kancah global. Negara-negara seperti Tiongkok dan Korea Selatan menjadi contoh bagaimana strategi industrialisasi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi mampu memperkuat posisi dalam perdagangan internasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap ini mengidentifikasi sejumlah tantangan utama, di antaranya ketimpangan pendapatan, kualitas infrastruktur yang belum merata, serta ketergantungan pada ekspor komoditas primer. Selain itu, masih terdapat kesenjangan dalam adopsi teknologi modern di sektor manufaktur yang menyebabkan rendahnya produktivitas jika dibandingkan dengan negara-negara industri maju.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, proyeksi optimistis juga hadir dari lembaga internasional. Bank Dunia, IMF, ADB, hingga OECD memperkirakan ekonomi Indonesia tahun 2024 akan tumbuh sekitar 5 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan global. Proyeksi ini menjadi dasar bahwa Indonesia masih memiliki ketahanan ekonomi yang cukup baik, meskipun menghadapi gejolak eksternal.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>Untuk menjawab tantangan tersebut, Taskap menawarkan pendekatan analisis PESTLE (Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi, Lingkungan, dan Legal). Pendekatan ini dinilai mampu memberikan gambaran menyeluruh tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Dengan cara ini, kebijakan yang dirumuskan dapat lebih tepat sasaran dan relevan dengan kondisi aktual.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain analisis PESTLE, Taskap ini juga menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Pendekatan tersebut memotret persepsi para pelaku ekonomi, pembuat kebijakan, dan masyarakat terhadap dinamika ekonomi global. Dengan memahami pengalaman empiris, kebijakan yang dirumuskan diharapkan tidak hanya berbasis teori, melainkan juga sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kolonel Vivin menekankan pentingnya keberlanjutan pembangunan yang inklusif. Pertumbuhan ekonomi harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya terfokus pada pusat-pusat pertumbuhan di wilayah perkotaan. Hal ini menuntut pemerintah untuk mempercepat pembangunan di daerah, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta membuka kesempatan kerja yang merata.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam lingkup strategis, stabilitas politik dan keamanan nasional menjadi modal penting bagi keberlangsungan investasi. Taskap menyoroti bagaimana iklim investasi yang kondusif hanya dapat tercipta jika negara mampu menjamin kepastian hukum, mengurangi praktik korupsi, serta mendorong efisiensi birokrasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih jauh, ekonomi digital disebut sebagai motor pertumbuhan baru bagi Indonesia. Dengan nilai transaksi yang terus meningkat, sektor ini diproyeksikan menjadi tulang punggung perekonomian masa depan. Untuk itu, pemerintah perlu memperkuat infrastruktur digital, meningkatkan literasi masyarakat, serta mendukung inovasi di sektor ekonomi kreatif.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap ini juga memberikan penekanan pada peran kerja sama internasional. Indonesia harus mampu memanfaatkan multilateralisme, baik melalui ASEAN maupun forum global lainnya, untuk memperluas pasar, menarik investasi, sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional di pasar dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui simpulan dan rekomendasinya, Kolonel Vivin menegaskan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional adalah keniscayaan yang harus dicapai dengan langkah strategis. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci utama agar Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga tampil sebagai pemain penting dalam lanskap ekonomi global yang terus berubah. Kehadiran Taskap ini diharapkan dapat memberi sumbangan pemikiran yang konstruktif, khususnya dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi Indonesia. Sebagai karya intelektual dalam program pendidikan Lemhannas RI, naskah ini menjadi bukti nyata komitmen peserta dalam memberikan kontribusi pemikiran bagi kemajuan bangsa.(IP\/BIA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kolonel Inf Vivin Alivianto, S.I.P., peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Lemhannas RI Tahun 2024, menyusun Kertas Karya Ilmiah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-613","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-naskah-publikasi"],"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false},"uagb_author_info":{"display_name":"BI","author_link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?author=2"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Kolonel Inf Vivin Alivianto, S.I.P., peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Lemhannas RI Tahun 2024, menyusun Kertas Karya Ilmiah [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/613","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=613"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/613\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=613"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=613"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=613"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}