{"id":605,"date":"2025-09-26T11:29:03","date_gmt":"2025-09-26T04:29:03","guid":{"rendered":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=605"},"modified":"2025-10-03T10:56:02","modified_gmt":"2025-10-03T03:56:02","slug":"penguatan-logistik-nasional-berbasis-digital-dorong-ketahanan-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=605","title":{"rendered":"Penguatan Logistik Nasional Berbasis Digital Dorong Ketahanan Ekonomi"},"content":{"rendered":"\n<p>Marsekal Pertama TNI Tjahja Elang Migdiawan, S.T., M.M., peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Tahun 2024, berhasil menyelesaikan Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) berjudul <em>\u201cPenguatan Logistik Nasional Berbasis Digital Guna Mendukung Ketahanan Ekonomi Nasional\u201d<\/em>. Dalam karya ilmiahnya, Tjahja menyoroti pentingnya transformasi logistik yang terintegrasi dan berbasis teknologi sebagai salah satu pilar strategis penguatan ketahanan ekonomi nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pengantarnya, Tjahja menekankan bahwa globalisasi dan revolusi digital telah menjadi faktor tak terpisahkan dalam proses logistik dunia. Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar dengan posisi strategis di jalur perdagangan internasional, memiliki peluang besar untuk memperkuat ketahanan ekonominya melalui digitalisasi sistem logistik yang efisien, adaptif, dan tangguh terhadap disrupsi global.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap ini menyoroti bahwa logistik berbasis digital bukan hanya soal kecepatan dan efisiensi, tetapi juga tentang kemandirian dan kedaulatan ekonomi nasional. Dengan 90 persen perdagangan dunia melalui jalur laut dan 40 persen di antaranya melewati perairan Indonesia, penguatan logistik digital menjadi keharusan agar Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara tetangga yang telah melesat dalam indeks kinerja logistik.<\/p>\n\n\n\n<p>Tjahja menguraikan berbagai kebijakan pemerintah, seperti Indonesia National Single Window (INSW), Inaportnet, dan Program Tol Laut, yang sudah berjalan namun masih menghadapi kendala dalam integrasi dan implementasi di lapangan. Meski biaya logistik nasional turun signifikan dari 23,8 persen PDB pada 2018 menjadi 14,29 persen PDB pada 2023, peringkat Indonesia dalam Logistics Performance Index masih tertinggal dibandingkan Singapura, Malaysia, dan Thailand.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam analisisnya, Tjahja mengidentifikasi sejumlah tantangan besar, termasuk keterbatasan infrastruktur transportasi, ketimpangan konektivitas antarwilayah, keamanan siber, dan keterlambatan digitalisasi proses logistik di berbagai sektor. Serangan siber terhadap platform digital pemerintah maupun swasta menjadi ancaman serius yang dapat mengganggu rantai pasok nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Tjahja juga menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, penguatan logistik digital tidak akan berhasil tanpa peningkatan kapasitas tenaga kerja yang memahami teknologi informasi, manajemen logistik modern, dan keamanan data. Ia mendorong program pelatihan terpadu dan sinergi antara pemerintah, BUMN, dan swasta untuk memperkuat kompetensi SDM.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>Strategi penguatan yang diusulkan dalam Taskap ini meliputi percepatan integrasi sistem layanan logistik nasional, peningkatan keamanan siber, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur transportasi darat dan laut yang merata, serta pemanfaatan teknologi digital untuk proses perizinan, distribusi, dan pembayaran. Tjahja menekankan bahwa langkah-langkah ini harus konsisten meskipun terjadi pergantian kepemimpinan nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam konteks regional, Tjahja mengingatkan bahwa Indonesia berada di kawasan Asia Tenggara yang kini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi digital dunia. Implementasi <em>Digital Economic Framework Agreement<\/em> (DEFA) ASEAN akan membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat peran logistiknya dalam mendukung perdagangan internasional. Namun, kesiapan infrastruktur digital menjadi faktor penentu keberhasilan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tjahja juga menyoroti dinamika global seperti konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok yang kerap terjadi, seperti perang Rusia-Ukraina dan ketegangan di Laut China Selatan. Menurutnya, Indonesia harus memperkuat daya saing logistik untuk mengantisipasi dampak dari ketidakpastian global yang dapat menghambat arus perdagangan dan distribusi barang.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam simpulannya, Tjahja menegaskan bahwa penguatan logistik nasional berbasis digital bukan hanya proyek teknis, tetapi sebuah strategi ketahanan nasional. Ketahanan ekonomi yang kokoh hanya dapat tercapai apabila logistik nasional memiliki sistem yang efisien, aman, dan terintegrasi, sehingga mampu menjaga ketersediaan barang, menekan biaya, dan meningkatkan daya saing produk Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia merekomendasikan agar pemerintah pusat dan daerah bersinergi memperkuat pembangunan pelabuhan, jaringan transportasi multimoda, serta sistem digital logistik. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat luas sangat dibutuhkan untuk memastikan seluruh kebijakan dan program berjalan berkesinambungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan pemikiran strategis yang matang, Tjahja Elang Migdiawan melalui Taskap ini memberikan kontribusi penting sebagai referensi kebijakan dan inspirasi bagi para pemangku kepentingan. Naskah ini diharapkan menjadi pijakan nyata untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui pengelolaan logistik digital yang berdaya saing tinggi. Kehadiran Taskap ini juga mencerminkan komitmen Lemhannas RI dalam menghasilkan gagasan-gagasan strategis dari para peserta pendidikannya. Melalui karya seperti ini, diharapkan lahir kebijakan dan program yang mempercepat transformasi digital logistik Indonesia, sehingga bangsa ini semakin siap menghadapi tantangan ekonomi global yang dinamis.(IP\/BIA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Marsekal Pertama TNI Tjahja Elang Migdiawan, S.T., M.M., peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-605","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-naskah-publikasi"],"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false},"uagb_author_info":{"display_name":"BI","author_link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?author=2"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Marsekal Pertama TNI Tjahja Elang Migdiawan, S.T., M.M., peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/605","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=605"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/605\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=605"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=605"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=605"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}