{"id":603,"date":"2025-09-25T11:28:08","date_gmt":"2025-09-25T04:28:08","guid":{"rendered":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=603"},"modified":"2025-10-07T10:33:23","modified_gmt":"2025-10-07T03:33:23","slug":"energi-baru-terbarukan-pilar-menjaga-keanekaragaman-hayati-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=603","title":{"rendered":"Energi Baru Terbarukan: Pilar Menjaga Keanekaragaman Hayati Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p>Prof. Dr. Teuku Mohamad Iqbalsyah, S.Si., M.Sc., peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Lemhannas RI Tahun 2024, menulis Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) berjudul <em>\u201cPengarusutamaan Penggunaan Sumber Energi Baru Terbarukan Guna Mempertahankan Keanekaragaman Hayati Indonesia\u201d<\/em>. Melalui karya ini, beliau menekankan pentingnya transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) sebagai langkah strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan ketahanan nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Indonesia merupakan negara dengan kekayaan hayati yang luar biasa. Namun, kekayaan ini semakin terancam oleh tingginya emisi gas rumah kaca (GRK) yang bersumber dari sektor kelistrikan, transportasi, dan industri. Menurut kajian, pemanfaatan energi fosil yang masih dominan telah mendorong laju perubahan iklim, yang pada gilirannya mempercepat kerusakan ekosistem.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam paparannya, Iqbalsyah menekankan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar dalam pengembangan EBT, mulai dari tenaga surya, angin, air, hingga panas bumi. Sayangnya, pemanfaatannya masih sangat rendah, yakni hanya sekitar 0,35% dari total potensi yang tersedia. Hal ini menjadi tantangan serius dalam pencapaian target <em>net zero emission<\/em> (NZE) pada tahun 2060.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sektor kelistrikan, PLN dan Independent Power Producer (IPP) baru mampu menyuplai listrik dari EBT dengan kontribusi masing-masing 9,2% dan 4%. Realisasi pembangunan pembangkit EBT masih jauh dari target, meski berbagai rencana sudah dibuat. Kondisi ini menuntut langkah lebih konkret dalam percepatan transisi energi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sektor transportasi juga menghadapi hambatan yang besar. Pemerintah menargetkan 2,2 juta mobil listrik dan 13 juta sepeda motor listrik beroperasi pada tahun 2035. Namun hingga 2023, jumlah kendaraan listrik baru mencapai 300 ribu unit, jauh di bawah target. Lambatnya transisi ini berpotensi menggagalkan pencapaian tujuan jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak kalah penting, sektor industri juga masih bergantung pada bahan bakar fosil. Emisi karbon dari proses produksi bahkan meningkat dua kali lipat dalam dua dekade terakhir. Upaya pengurangan emisi sebesar 35% melalui pengurangan penggunaan <em>captive power<\/em> berbasis batubara pun belum terealisasi secara signifikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kajian ini mengidentifikasi sejumlah kendala utama, antara lain dominasi subsidi energi fosil yang membuat harga EBT tidak kompetitif, pembangunan infrastruktur EBT yang lambat, regulasi yang tumpang tindih, serta ketergantungan tinggi pada teknologi impor. Hambatan-hambatan ini memerlukan terobosan kebijakan yang lebih berani.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>Iqbalsyah menekankan bahwa transisi energi bukan hanya soal memenuhi target emisi, melainkan juga menjaga keanekaragaman hayati. Hilangnya ekosistem akibat eksploitasi energi fosil berdampak langsung pada keberlangsungan spesies endemik Indonesia yang menjadi aset global. Dengan demikian, EBT berfungsi ganda: mengurangi emisi sekaligus melindungi ekologi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam simpulannya, Taskap ini menegaskan bahwa pengarusutamaan EBT adalah strategi vital dalam memperlambat pemanasan global, memperkuat ketahanan energi, dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam hayati. Transisi energi yang lebih cepat akan memastikan generasi mendatang tetap mewarisi lingkungan yang sehat dan produktif.<\/p>\n\n\n\n<p>Rekomendasi yang ditawarkan meliputi penguatan <em>political will<\/em> Presiden dan DPR untuk mempercepat transisi energi, perbaikan kebijakan Kementerian ESDM dengan target yang lebih ambisius, serta penciptaan iklim investasi hijau oleh Kementerian Keuangan, BKPM, dan Kementerian Perindustrian. Dukungan finansial melalui <em>green funding<\/em> dan kemudahan perizinan menjadi kunci percepatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Kementerian BUMN bersama PT PLN dan sektor swasta diharapkan mengembangkan infrastruktur EBT, mulai dari pembangkit listrik, penyimpanan energi, hingga jaringan transmisi dan stasiun pengisian kendaraan listrik. Semua itu harus dilakukan dengan tetap memperhatikan risiko ekologis terhadap keanekaragaman hayati.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, Kementerian Lingkungan Hidup bersama dunia pendidikan dan masyarakat sipil perlu meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya EBT. Edukasi yang komprehensif, baik formal maupun informal, akan membentuk budaya keberlanjutan yang kuat di masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada akhirnya, karya ini menegaskan bahwa energi dan keanekaragaman hayati adalah dua sisi dari ketahanan nasional. Indonesia hanya akan mampu menjadi bangsa yang tangguh apabila mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi dan kelestarian alam. Taskap ini pun hadir sebagai sumbangan pemikiran penting dalam upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat energi sekaligus lestari secara ekologis. (MF\/BIA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Prof. Dr. Teuku Mohamad Iqbalsyah, S.Si., M.Sc., peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Lemhannas RI Tahun 2024, menulis Kertas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-603","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-naskah-publikasi"],"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false},"uagb_author_info":{"display_name":"BI","author_link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?author=2"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Prof. Dr. Teuku Mohamad Iqbalsyah, S.Si., M.Sc., peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Lemhannas RI Tahun 2024, menulis Kertas [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/603","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=603"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/603\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=603"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=603"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=603"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}