{"id":597,"date":"2025-09-24T11:18:41","date_gmt":"2025-09-24T04:18:41","guid":{"rendered":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=597"},"modified":"2025-10-03T16:06:47","modified_gmt":"2025-10-03T09:06:47","slug":"membangun-talenta-digital-untuk-smart-city-ikn-fondasi-ketahanan-nasional-di-era-transformasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=597","title":{"rendered":"Membangun Talenta Digital untuk Smart City IKN: Fondasi Ketahanan Nasional di Era Transformasi"},"content":{"rendered":"\n<p>Kombes Pol Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr.A.P., peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Lemhannas RI tahun 2024, telah menyusun Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) berjudul <em>\u201cPembangunan Kapasitas SDM Talenta Digital Menuju Smart City IKN Guna Meningkatkan Ketahanan Nasional.\u201d<\/em> Taskap ini menjadi kontribusi penting dalam mengkaji tantangan sekaligus peluang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota cerdas, sekaligus sebagai wujud pengabdian terhadap kepentingan bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pengantarnya, Susmelawati menyampaikan bahwa penulisan ini dilandasi semangat untuk memberikan pemikiran strategis bagi Lemhannas RI dan Pemerintah. Penekanan utamanya adalah pada kebutuhan membangun kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi talenta digital, sebagai fondasi dalam mewujudkan IKN yang modern, inklusif, dan tangguh menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n<p>Latar belakang Taskap ini berangkat dari transformasi digital yang mengubah cara hidup, bekerja, dan berinteraksi masyarakat. Revolusi industri 4.0 menghadirkan tantangan baru bagi ketahanan nasional, di mana ketersediaan SDM digital yang unggul menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan. Dalam konteks IKN, hal ini semakin relevan karena visi smart city tidak dapat diwujudkan tanpa adanya talenta digital yang handal.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam analisisnya, Susmelawati menyoroti kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan SDM digital di Indonesia. Berdasarkan proyeksi, Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital terampil pada tahun 2035. Namun, distribusi tenaga kerja ini masih tidak merata, terutama di daerah penyangga IKN seperti Kalimantan, yang menghadapi defisit signifikan dalam hal jumlah maupun kualitas. Kondisi ini menjadi ancaman sekaligus tantangan yang harus segera diatasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap ini juga menegaskan bahwa pembangunan smart city IKN bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan transformasi menyeluruh yang mencakup sistem layanan publik, ekonomi digital, tata kelola kota, hingga keterlibatan masyarakat. Oleh sebab itu, kapasitas SDM talenta digital harus dibangun dengan strategi yang terarah, meliputi bidang keamanan siber, pengembangan aplikasi, manajemen data, hingga literasi digital masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kerangka hukum, penulisan ini merujuk pada berbagai regulasi penting, antara lain Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2023 tentang Perubahan atas UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN, Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE, serta Perpres Nomor 82 Tahun 2023 tentang Percepatan Transformasi Digital. Regulasi-regulasi ini memberikan arah yang jelas bahwa penguatan kapasitas SDM digital merupakan agenda nasional yang strategis.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>Dari sisi teori, Susmelawati menggunakan pendekatan multidisiplin, menggabungkan teori pembangunan manusia, ketahanan nasional, smart city, transformasi digital, serta kapasitas SDM. Teori-teori ini dijadikan pijakan untuk menyusun rekomendasi yang aplikatif sekaligus berorientasi pada kepentingan nasional. Dengan demikian, Taskap ini tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga praktis untuk dijadikan rujukan kebijakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasil pembahasan dalam Taskap menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk mengintegrasikan program pendidikan, pelatihan vokasi, dan kolaborasi dengan sektor swasta serta mitra internasional. Beberapa program pemerintah seperti Digital Talent Scholarship (DTS) dan Kampus Merdeka Digital menjadi contoh yang perlu diperluas cakupannya agar dapat menjawab kesenjangan kebutuhan talenta digital di IKN.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain aspek teknis, Taskap ini juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam pembangunan kapasitas SDM digital. Hal ini sejalan dengan misi Lemhannas RI yang menempatkan ideologi sebagai dasar dalam setiap upaya pembangunan bangsa. Dengan demikian, penguasaan teknologi tidak hanya ditujukan untuk efisiensi, tetapi juga untuk memperkuat jati diri dan persatuan nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Susmelawati juga menyoroti aspek lingkungan strategis baik global, regional, maupun nasional. Ia menunjukkan bahwa dalam konteks global, negara-negara maju telah berhasil menyiapkan ekosistem talenta digital melalui investasi besar di bidang pendidikan STEM dan kerja sama industri. Hal ini menjadi pembelajaran bagi Indonesia agar tidak tertinggal dalam persaingan global.<\/p>\n\n\n\n<p>Di tingkat regional ASEAN, pengalaman negara seperti Malaysia dan Singapura dalam membangun kota pintar memberikan inspirasi bagi pengembangan IKN. Sementara itu, kondisi sosial, budaya, dan geografis di Kalimantan memerlukan pendekatan yang lebih sensitif agar pembangunan IKN tidak menimbulkan ketimpangan, tetapi justru memberdayakan masyarakat lokal.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap ini kemudian merumuskan strategi pembangunan kapasitas SDM digital yang komprehensif. Strategi tersebut meliputi penguatan infrastruktur pendidikan, peningkatan literasi digital, pengembangan kurikulum yang relevan dengan industri, serta peningkatan kolaborasi internasional. Semua upaya ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan sekitar 60.000\u2013100.000 tenaga digital di IKN hingga tahun 2030.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>Dalam penutupnya, Susmelawati menekankan bahwa pembangunan kapasitas SDM talenta digital adalah pondasi bagi terwujudnya IKN sebagai smart city sekaligus bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional. Dengan talenta digital yang unggul, Indonesia tidak hanya mampu membangun ibu kota baru, tetapi juga memperkuat posisi strategisnya di kancah global.<\/p>\n\n\n\n<p>Kertas karya ini memberikan rekomendasi yang jelas, di antaranya perlunya konsistensi kebijakan, peningkatan anggaran riset dan pengembangan, serta penekanan pada kolaborasi lintas sektor. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi masukan berharga bagi pemerintah dan pemangku kepentingan terkait dalam menyukseskan pembangunan IKN Nusantara.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui publikasi ini, perpustakaan Lemhannas RI menghadirkan ringkasan pemikiran strategis yang dituangkan dalam Taskap peserta PPRA LXVII. Naskah ini diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan dan inspirasi, tidak hanya bagi kalangan akademisi, tetapi juga bagi praktisi, pembuat kebijakan, dan masyarakat luas.<\/p>\n\n\n\n<p>Akhirnya, karya ini menegaskan bahwa membangun kapasitas SDM digital bukan hanya soal memenuhi kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga tentang membangun ketangguhan bangsa dalam menghadapi era digital yang penuh tantangan. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Indonesia siap melangkah menuju masa depan yang lebih tangguh, modern, dan berdaulat. (ALV\/BIA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kombes Pol Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr.A.P., peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Lemhannas RI tahun 2024, telah menyusun Kertas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-597","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-naskah-publikasi"],"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false},"uagb_author_info":{"display_name":"BI","author_link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?author=2"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Kombes Pol Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr.A.P., peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Lemhannas RI tahun 2024, telah menyusun Kertas [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/597","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=597"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/597\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=597"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=597"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=597"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}