{"id":595,"date":"2025-09-23T11:14:23","date_gmt":"2025-09-23T04:14:23","guid":{"rendered":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=595"},"modified":"2025-10-07T10:31:55","modified_gmt":"2025-10-07T03:31:55","slug":"optimalisasi-pembangunan-perbatasan-ri-malaysia-sebagai-penyangga-ikn-untuk-perkuat-ketahanan-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=595","title":{"rendered":"Optimalisasi Pembangunan Perbatasan RI-Malaysia sebagai Penyangga IKN untuk Perkuat Ketahanan Nasional"},"content":{"rendered":"\n<p>Kolonel Laut (P) Sumartono, S.E., CHRMP., peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Lemhannas RI Tahun 2024, baru saja menuntaskan Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) berjudul <em>\u201cOptimalisasi Pembangunan Kawasan Perbatasan RI-Malaysia sebagai Penyangga Ibu Kota Nusantara Guna Memperkokoh Ketahanan Nasional\u201d<\/em>. Karya ini menjadi salah satu bentuk kontribusi pemikiran strategis untuk mendukung arah pembangunan nasional, khususnya dalam konteks ketahanan negara.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam paparannya, Sumartono menekankan bahwa pembangunan kawasan perbatasan memiliki nilai strategis karena menjadi beranda depan bangsa. Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur menjadikan posisi perbatasan RI-Malaysia semakin penting, bukan hanya sebagai garis batas negara, tetapi juga sebagai penyangga pusat pemerintahan baru Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap ini berangkat dari kesadaran bahwa kawasan perbatasan selama ini sering dianggap sebagai \u201chalaman belakang\u201d. Melalui pendekatan baru, perbatasan justru harus dipandang sebagai pintu masuk yang dapat memperkuat konektivitas, pemerataan pembangunan, serta ketahanan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam tulisannya, Sumartono menyoroti persoalan klasik yang masih membayangi perbatasan, mulai dari keterbatasan infrastruktur, pelayanan publik, hingga masalah <em>Outstanding Boundary Problems<\/em> (OBP) yang menyangkut penentuan batas wilayah. Persoalan ini bukan hanya berdampak pada diplomasi antarnegara, melainkan juga pada kesejahteraan masyarakat di sekitar perbatasan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, ia menekankan pentingnya pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang representatif dan berfungsi ganda, tidak hanya sebagai pintu keluar-masuk orang dan barang, tetapi juga sebagai simbol kedaulatan negara. Dalam hal ini, koordinasi lintas kementerian dan lembaga mutlak diperlukan agar pembangunan perbatasan dapat berjalan selaras dengan percepatan pembangunan IKN.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap ini juga menggarisbawahi tantangan ketimpangan sosial-ekonomi yang dialami masyarakat perbatasan. Minimnya akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar menjadi hambatan yang harus segera dijawab melalui kebijakan yang konsisten, adil, dan inklusif.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>Sebagai bentuk solusi, Sumartono menawarkan strategi optimalisasi pembangunan kawasan perbatasan dengan pendekatan multi-disiplin yang terintegrasi. Ia menilai bahwa penguatan infrastruktur, tata kelola wilayah, dan peningkatan kapasitas masyarakat harus berjalan simultan, agar perbatasan tidak lagi menjadi titik rawan, melainkan pusat pertumbuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu gagasan yang menonjol adalah integrasi perbatasan sebagai pusat logistik pendukung IKN. Dengan begitu, aktivitas ekonomi lintas batas dapat dikelola secara legal, produktif, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat lokal sekaligus bagi kepentingan nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap ini tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi juga memberikan rekomendasi praktis untuk pemerintah pusat, daerah, maupun lembaga terkait. Di antaranya adalah percepatan pembangunan PLBN yang tertunda, penyelesaian sengketa OBP, hingga penguatan indeks ketahanan nasional di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam perspektif ketahanan nasional, perbatasan tidak bisa dipandang hanya sebagai garis demarkasi fisik. Kawasan tersebut merupakan ruang hidup masyarakat, ruang diplomasi antarnegara, sekaligus benteng pertahanan yang memerlukan perhatian serius dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan hadirnya IKN di Kalimantan, transformasi perbatasan menjadi semakin relevan. Kawasan ini diharapkan tidak lagi menjadi daerah tertinggal, melainkan mampu tumbuh sejajar dengan pusat pemerintahan yang baru, sehingga mencerminkan wajah Indonesia yang lebih berkeadilan dan merata.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui Taskap ini, Kolonel Laut (P) Sumartono menegaskan bahwa membangun perbatasan berarti membangun ketahanan nasional. Optimalisasi pembangunan di kawasan RI-Malaysia adalah bagian dari strategi besar untuk menjaga kedaulatan, memperkuat identitas, sekaligus mewujudkan Indonesia yang tangguh di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumbangan pemikiran ini sebagai refleksi dari semangat peserta PPRA LXVII yang tidak hanya belajar, tetapi juga menghadirkan gagasan konkret untuk pembangunan bangsa. Dengan kerja sama dan komitmen bersama, kawasan perbatasan dapat menjadi simbol kemajuan sekaligus benteng ketahanan nasional Indonesia. (MF\/BIA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kolonel Laut (P) Sumartono, S.E., CHRMP., peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Lemhannas RI Tahun 2024, baru saja menuntaskan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-595","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-naskah-publikasi"],"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false},"uagb_author_info":{"display_name":"BI","author_link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?author=2"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Kolonel Laut (P) Sumartono, S.E., CHRMP., peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Lemhannas RI Tahun 2024, baru saja menuntaskan [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/595","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=595"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/595\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=595"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=595"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=595"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}