{"id":574,"date":"2025-09-17T12:47:56","date_gmt":"2025-09-17T05:47:56","guid":{"rendered":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=574"},"modified":"2025-10-07T10:25:40","modified_gmt":"2025-10-07T03:25:40","slug":"membangun-ketangguhan-bangsa-melalui-pengembangan-desa-pesisir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=574","title":{"rendered":"Membangun Ketangguhan Bangsa Melalui Pengembangan Desa Pesisir"},"content":{"rendered":"\n<p>Kolonel Marinir Rommy Hutagaol, M.Han., M.Tr.Opsla., peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Lemhannas RI tahun 2024, menyelesaikan Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) dengan judul <em>\u201cPengembangan Desa Pesisir Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Guna Mendukung Ketahanan Nasional\u201d<\/em>. Karya ini menyoroti pentingnya desa pesisir sebagai garda terdepan pembangunan ekonomi sekaligus pilar ketahanan nasional yang berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Taskap tersebut, Rommy Hutagaol menekankan bahwa desa pesisir memiliki posisi strategis, baik secara geografis maupun sosial-ekonomi. Desa pesisir tidak hanya menjadi tempat tinggal bagi jutaan masyarakat nelayan, tetapi juga menyimpan potensi sumber daya alam yang sangat besar untuk mendukung kemandirian bangsa. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya terkelola secara optimal sehingga memerlukan perhatian serius.<\/p>\n\n\n\n<p>Rommy menggambarkan kondisi desa pesisir saat ini masih menghadapi banyak tantangan. Keterbatasan infrastruktur, rendahnya akses pendidikan, lemahnya kesadaran lingkungan, hingga terbatasnya peluang ekonomi menjadi masalah mendasar. Kondisi tersebut menimbulkan kesenjangan pembangunan yang cukup signifikan antara desa pesisir dengan wilayah perkotaan atau pedalaman.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kajiannya, Rommy Hutagaol menyoroti pentingnya pendekatan <em>Ekonomi Biru<\/em> yang menekankan pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan. Konsep ini dianggap sebagai salah satu strategi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa pesisir, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan laut yang merupakan aset bangsa. Melalui pendekatan ini, desa pesisir diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih jauh, penelitian ini juga menggarisbawahi perlunya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat lokal. Kolaborasi lintas sektor diyakini akan memperkuat efektivitas program pembangunan, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat pesisir. Tanpa adanya koordinasi yang baik, program yang telah digagas sering kali berjalan parsial dan tidak berkesinambungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap ini memberikan perhatian besar pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Rommy menekankan bahwa masyarakat desa pesisir harus dibekali keterampilan yang sesuai dengan potensi lokal, seperti pengolahan hasil laut, budidaya perikanan modern, hingga pariwisata bahari. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya bergantung pada kegiatan penangkapan ikan semata, tetapi juga mampu mengembangkan usaha produktif lainnya.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>Selain itu, Rommy Hutagaol juga mengingatkan tentang pentingnya membangun desa pesisir yang tangguh terhadap bencana. Sebagai wilayah yang rentan terhadap perubahan iklim, abrasi pantai, dan bencana alam, masyarakat pesisir memerlukan sistem mitigasi dan adaptasi yang terintegrasi. Hal ini sejalan dengan program nasional untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi tantangan global.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pembahasannya, Rommy menggunakan pendekatan kualitatif dengan bantuan perangkat lunak Nvivo 12 untuk menganalisis data primer dan sekunder. Teknik ini memungkinkan pengolahan data secara lebih sistematis, sehingga menghasilkan kesimpulan yang berbobot dan dapat dijadikan rujukan strategis oleh pemangku kebijakan. Analisis tersebut memperlihatkan hubungan erat antara pembangunan desa pesisir dengan penguatan ketahanan nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasil penelitian menegaskan bahwa apabila desa pesisir tidak segera dikembangkan, akan muncul dampak negatif yang signifikan. Keterpurukan ekonomi masyarakat, meningkatnya pengangguran, serta melemahnya identitas bangsa di wilayah maritim dapat mengganggu stabilitas nasional. Oleh sebab itu, pengembangan desa pesisir bukan hanya pilihan, melainkan sebuah kebutuhan strategis.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam bagian rekomendasi, Rommy memberikan sejumlah saran strategis. Di antaranya adalah peningkatan investasi infrastruktur pesisir, pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan vokasi, dukungan regulasi yang berpihak pada nelayan kecil, serta program kolaboratif yang melibatkan TNI AL dalam menjaga keamanan laut dan pemberdayaan masyarakat. Semua ini bertujuan untuk memastikan desa pesisir menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus benteng pertahanan bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap ini tidak hanya menampilkan analisis akademik, tetapi juga menyuguhkan solusi praktis yang dapat diimplementasikan. Pendekatan yang menyeluruh antara aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan keamanan menjadikan karya ini relevan dengan kebutuhan bangsa dalam menghadapi era globalisasi yang penuh tantangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menyelesaikan Taskap ini, Rommy Hutagaol berharap pemikirannya dapat menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. Ia meyakini bahwa membangun desa pesisir berarti memperkuat akar ketahanan nasional, karena kesejahteraan masyarakat yang merata akan melahirkan bangsa yang kuat dan berdaya saing tinggi di kancah internasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai kesimpulan, publikasi ini menunjukkan bahwa pengembangan desa pesisir tidak hanya sebatas program pembangunan daerah, tetapi merupakan strategi besar dalam menjaga kedaulatan bangsa. Dengan kolaborasi dan kesungguhan, desa pesisir akan menjadi pilar penting yang menopang ketahanan nasional di masa depan. (MF\/BIA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kolonel Marinir Rommy Hutagaol, M.Han., M.Tr.Opsla., peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Lemhannas RI tahun 2024, menyelesaikan Kertas Karya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-574","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-naskah-publikasi"],"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false},"uagb_author_info":{"display_name":"BI","author_link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?author=2"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Kolonel Marinir Rommy Hutagaol, M.Han., M.Tr.Opsla., peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Lemhannas RI tahun 2024, menyelesaikan Kertas Karya [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/574","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=574"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/574\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=574"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=574"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=574"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}