{"id":548,"date":"2025-08-21T13:07:35","date_gmt":"2025-08-21T06:07:35","guid":{"rendered":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=548"},"modified":"2025-10-03T16:30:57","modified_gmt":"2025-10-03T09:30:57","slug":"supremasi-hukum-sebagai-pilar-konsolidasi-demokrasi-pasca-pemilu-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=548","title":{"rendered":"Supremasi Hukum sebagai Pilar Konsolidasi Demokrasi Pasca Pemilu 2024"},"content":{"rendered":"\n<p>Pentingnya supremasi hukum dalam memperkuat konsolidasi demokrasi menjadi titik tekan dari Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) yang ditulis oleh Kombes Pol. Halasan Roland Situmeang, S.I.K., M.H. Taskap yang disusun dalam rangka Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII tahun 2024 di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) ini, mengangkat urgensi penguatan sistem hukum dalam menjaga stabilitas dan keamanan dalam negeri, terutama pasca penyelenggaraan Pemilu 2024 yang menjadi momen krusial dalam perpolitikan nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui penelitian dan kajian mendalam, penulis menyoroti bagaimana Pemilu 2024, meskipun berlangsung aman dan damai, tetap menyisakan berbagai catatan terkait pelanggaran hukum yang terjadi, baik berupa pelanggaran administratif, etik, hingga dugaan tindak pidana. Dalam konteks inilah, penegakan supremasi hukum menjadi penting, bukan hanya sebagai respons atas pelanggaran, tetapi juga sebagai fondasi bagi terbangunnya tatanan demokrasi yang sehat dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia, Indonesia dihadapkan pada tantangan konsolidasi demokrasi yang bukan hanya menyangkut mekanisme elektoral semata, tetapi juga menyangkut budaya hukum dan kesadaran politik masyarakat. Dalam paparannya, Roland Situmeang menguraikan bahwa supremasi hukum adalah instrumen utama dalam memastikan pemilu berjalan jujur dan adil, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap ini juga mencermati keberadaan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) sebagai simpul koordinasi antara Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan dalam menangani pelanggaran Pemilu. Penulis menilai bahwa penguatan kapasitas dan profesionalitas institusi-institusi ini sangat berpengaruh terhadap efektivitas penegakan hukum dan keberhasilan membangun atmosfer politik yang damai pasca Pemilu.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kajiannya, Taskap ini menggunakan kerangka teoretis supremasi hukum menurut A.V. Dicey, teori perubahan sosial dari Gillin &amp; Gillin, serta analisis PESTLE sebagai pendekatan untuk menelaah tantangan eksternal dan internal yang memengaruhi proses hukum pasca pemilu. Dengan demikian, karya ini tidak hanya berisi analisis normatif, tetapi juga strategis dan implementatif.<\/p>\n\n\n\n<p>Kebaruan dalam Taskap ini terletak pada usulan konkret untuk memperkuat rule of law, termasuk usulan peningkatan integritas penyelenggara pemilu, penguatan sistem pelaporan pelanggaran, hingga pembentukan sistem pengawasan hukum berbasis teknologi yang inklusif dan transparan. Ini semua merupakan bagian dari upaya mewujudkan demokrasi substantif, bukan sekadar prosedural.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>Lebih jauh, Taskap ini juga menyoroti indikator penurunan kualitas demokrasi yang tercermin dari Indeks Demokrasi Indonesia versi Economist Intelligence Unit (EIU), yang mengkategorikan Indonesia sebagai negara dengan demokrasi terbatas. Hal ini menjadi alarm penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk tidak menganggap remeh tantangan demokrasi yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui data, grafik, dan analisis lapangan, Taskap ini menyimpulkan bahwa supremasi hukum bukan hanya soal legalitas, tetapi juga soal kepercayaan publik. Oleh karena itu, aparat penegak hukum harus menunjukkan integritas tinggi, serta keberanian untuk tidak tunduk pada tekanan politik dan kepentingan pragmatis sesaat.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis menggarisbawahi bahwa keberhasilan Pemilu 2024 bukan akhir, tetapi awal dari proses demokratisasi yang lebih mendalam. Oleh sebab itu, pemangku kepentingan harus mengawal setiap hasil demokrasi melalui hukum yang adil dan lembaga yang akuntabel, guna menghindari kerapuhan stabilitas politik nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Rekomendasi dalam Taskap ini mencakup perbaikan tata kelola Gakkumdu, penguatan literasi hukum pemilu kepada masyarakat, serta perlunya revitalisasi sistem hukum yang berpihak pada keadilan substantif. Penulis percaya bahwa dengan fondasi hukum yang kuat, maka keamanan dalam negeri yang kondusif bisa terwujud secara berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan penyusunan Taskap ini, Kombes Pol. Halasan Roland Situmeang, S.I.K., M.H. berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan pemikiran strategis dalam ranah keamanan dan ketahanan nasional. Karya ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjadikan supremasi hukum sebagai jantung demokrasi Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Akhirnya, perpustakaan Lemhannas RI sebagai pusat dokumentasi ilmiah dan strategis, merasa bangga untuk menghadirkan Taskap ini dalam koleksi digitalnya. Semoga publikasi ini dapat menjadi referensi penting bagi peneliti, pengambil kebijakan, akademisi, serta masyarakat luas yang peduli terhadap masa depan demokrasi dan hukum di tanah air. (ALV\/BIA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pentingnya supremasi hukum dalam memperkuat konsolidasi demokrasi menjadi titik tekan dari Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) yang ditulis oleh Kombes [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-548","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-naskah-publikasi"],"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false},"uagb_author_info":{"display_name":"BI","author_link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?author=2"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Pentingnya supremasi hukum dalam memperkuat konsolidasi demokrasi menjadi titik tekan dari Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) yang ditulis oleh Kombes [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/548","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=548"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/548\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=548"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=548"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=548"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}