{"id":546,"date":"2025-08-21T13:05:30","date_gmt":"2025-08-21T06:05:30","guid":{"rendered":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=546"},"modified":"2025-10-03T10:21:11","modified_gmt":"2025-10-03T03:21:11","slug":"mendorong-lompatan-ketahanan-pangan-nasional-lewat-transformasi-digital-pertanian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=546","title":{"rendered":"Mendorong Lompatan Ketahanan Pangan Nasional Lewat Transformasi Digital Pertanian"},"content":{"rendered":"\n<p>Optimalisasi transformasi digital dalam sektor pertanian menjadi sorotan utama dalam Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) karya Kombes Pol. Hady Poerwanto, S.IK, MH., peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Tahun 2024 di Lemhannas RI. Dengan mengangkat judul \u201cOptimalisasi Transformasi Digital di Sektor Pertanian Guna Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional,\u201d penulis menggambarkan urgensi modernisasi pertanian sebagai solusi strategis untuk menjawab tantangan ketersediaan pangan yang semakin kompleks di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Latar belakang kajian ini mencerminkan fakta bahwa Indonesia, meski dikenal sebagai negara agraris, masih menghadapi sejumlah tantangan dalam memastikan ketahanan pangan. Hal ini tercermin dari data Indeks Ketahanan Pangan yang masih di bawah rata-rata global, keterbatasan lahan produktif akibat alih fungsi, hingga belum meratanya penerapan teknologi digital oleh para petani. Semua ini menuntut langkah konkret dan sistematis untuk melakukan transformasi menyeluruh di sektor pertanian.<\/p>\n\n\n\n<p>Transformasi digital sektor pertanian yang dimaksud mencakup pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mulai dari proses produksi, pengolahan, hingga distribusi hasil tani. Konsep pertanian 4.0 yang mengusung integrasi teknologi seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, dan data analytics menjadi jawaban atas tuntutan efisiensi dan produktivitas lahan yang semakin tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap ini menyoroti keberhasilan penerapan pertanian presisi di Desa Selawi, Sukabumi, sebagai salah satu bukti konkrit manfaat digitalisasi pertanian. Melalui bantuan sensor cuaca dan tanah, para petani di desa tersebut mampu meningkatkan hasil panen hingga 30 persen. Ini menunjukkan bahwa ketika teknologi bersinergi dengan kearifan lokal, hasilnya bisa menjadi signifikan dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun demikian, penulis juga menggarisbawahi bahwa transformasi digital di sektor pertanian Indonesia belum merata. Hambatan yang dihadapi antara lain minimnya infrastruktur pendukung, kurangnya literasi digital di kalangan petani, dan belum sinergisnya kebijakan lintas sektor. Hal ini menjadi alasan kuat mengapa dibutuhkan strategi optimalisasi yang terarah dan komprehensif.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam naskahnya, Kombes Pol. Hady Poerwanto menawarkan pendekatan strategis berbasis analisis PESTLE dan teori manajemen strategik. Pendekatan ini mencakup perumusan kebijakan, pemetaan kebutuhan teknologi, pelatihan digitalisasi bagi petani, dan integrasi antara sektor publik dan swasta dalam pengembangan sistem pertanian berbasis data.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>Penulis menyatakan bahwa digitalisasi sektor pertanian tak hanya soal teknologi semata, tetapi juga soal keberlanjutan sosial dan ekonomi. Petani sebagai aktor utama harus mendapat perhatian penuh, terutama dari sisi peningkatan kapasitas, penyediaan infrastruktur pendukung, serta sistem insentif yang berpihak pada petani kecil dan daerah tertinggal.<\/p>\n\n\n\n<p>Rekomendasi yang disampaikan dalam Taskap ini antara lain perlunya master plan nasional transformasi digital pertanian yang mengatur roadmap dari hulu ke hilir. Selain itu, sinergi antara kementerian teknis seperti Kementerian Pertanian, Kominfo, dan Kementerian Desa juga ditekankan agar ekosistem digital pertanian dapat berjalan inklusif dan merata.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, Taskap ini juga memuat hasil kajian terhadap dampak transformasi digital terhadap ketahanan pangan. Penulis menggarisbawahi bahwa transformasi ini mampu memperkuat tiga pilar ketahanan pangan yaitu ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan. Dengan teknologi, distribusi pangan menjadi lebih efisien, potensi food loss menurun, dan akses terhadap pangan menjadi lebih merata.<\/p>\n\n\n\n<p>Pentingnya dukungan kebijakan publik dan regulasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi turut menjadi bagian dari sorotan dalam Taskap ini. Beberapa regulasi penting seperti UU No. 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan dan Perpres No. 82 Tahun 2023 tentang Percepatan Transformasi Digital menjadi landasan yuridis yang harus terus diperkuat pelaksanaannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap ini diakhiri dengan keyakinan bahwa masa depan pertanian Indonesia sangat bergantung pada keberanian dan keseriusan pemerintah serta pemangku kepentingan untuk menempatkan digitalisasi sebagai pilar utama pembangunan pertanian. Indonesia memiliki semua sumber daya untuk menjadi lumbung pangan dunia, asalkan mampu mengelola pertanian dengan pendekatan berbasis teknologi dan pengetahuan.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui publikasi ini, Perpustakaan Lemhannas RI berharap masyarakat, akademisi, dan pengambil kebijakan dapat memahami lebih dalam bagaimana transformasi digital dapat membawa pertanian Indonesia melompat lebih jauh. Semoga kajian ini menjadi kontribusi nyata dari alumni Lemhannas RI untuk pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berdaulat. (IP\/BIA)<\/p>\n\n\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Optimalisasi transformasi digital dalam sektor pertanian menjadi sorotan utama dalam Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) karya Kombes Pol. Hady Poerwanto, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-546","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-naskah-publikasi"],"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false},"uagb_author_info":{"display_name":"BI","author_link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?author=2"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Optimalisasi transformasi digital dalam sektor pertanian menjadi sorotan utama dalam Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) karya Kombes Pol. Hady Poerwanto, [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/546","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=546"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/546\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=546"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=546"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=546"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}