{"id":515,"date":"2025-09-11T13:17:04","date_gmt":"2025-09-11T06:17:04","guid":{"rendered":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=515"},"modified":"2025-10-03T10:30:21","modified_gmt":"2025-10-03T03:30:21","slug":"penguatan-ketahanan-pangan-nasional-untuk-hadapi-krisis-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=515","title":{"rendered":"Penguatan Ketahanan Pangan Nasional untuk Hadapi Krisis Global"},"content":{"rendered":"\n<p>Kolonel Laut (T) Priyonggo Syahmrahmadi, S.Ak., M.Tr.Opsla., CIQnR, peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Lemhannas RI Tahun 2024, telah menulis sebuah Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) berjudul <em>\u201cPenguatan Ketahanan Pangan Nasional Guna Mitigasi Krisis Pangan Global\u201d<\/em>. Karya ilmiah ini menjadi sumbangsih pemikiran strategis untuk menjawab tantangan pangan di tengah ketidakpastian global.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap ini diawali dengan kesadaran bahwa pangan merupakan hak dasar manusia yang wajib dijamin negara. Peningkatan jumlah penduduk, perubahan iklim, pandemi, hingga konflik geopolitik membuat krisis pangan menjadi ancaman nyata. Indonesia sebagai negara agraris harus mampu memperkuat ketahanan pangannya agar tetap mandiri dan tidak terjebak dalam ketergantungan pada pasar global.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kajiannya, penulis menegaskan bahwa data global menunjukkan krisis pangan semakin meningkat. Laporan FAO dan Global Report on Food Crises 2023 memperlihatkan jumlah orang yang mengalami kelaparan dan kerawanan pangan akut terus bertambah. Kondisi ini menuntut langkah strategis dari setiap negara, termasuk Indonesia, untuk memastikan ketersediaan pangan yang aman, bergizi, dan terjangkau.<\/p>\n\n\n\n<p>Priyonggo menyoroti bahwa indeks ketahanan pangan Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Skor Global Food Security Index 2022 menempatkan Indonesia pada posisi 63 dari 113 negara. Kondisi ini menggambarkan masih lemahnya aspek ketersediaan, keberlanjutan, hingga kualitas pangan nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, tantangan gizi juga menjadi perhatian serius. Angka stunting di Indonesia pada tahun 2022 masih berada pada 21,6 persen, yang berarti memerlukan intervensi besar-besaran agar generasi mendatang tidak kehilangan potensi akibat kekurangan gizi. Priyonggo menilai bahwa penguatan pangan tidak hanya soal produksi, tetapi juga terkait kesehatan masyarakat secara menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap ini juga mengupas permasalahan besar berupa tingginya ketergantungan pada impor pangan. Data menunjukkan beras, jagung, kedelai, hingga gula pasir masih bergantung pada pasokan luar negeri. Ketergantungan tersebut memperbesar risiko ketika negara pengekspor menutup keran distribusi akibat konflik atau gangguan iklim.<\/p>\n\n\n\n<p>Faktor lain yang dikaji adalah penyusutan lahan pertanian akibat alih fungsi dan degradasi. Setiap tahun, Indonesia kehilangan ratusan ribu hektar lahan produktif, sementara pencetakan lahan baru jauh lebih sedikit. Kondisi ini berpotensi melemahkan kemampuan produksi nasional dan meningkatkan kerawanan pangan.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>Dalam analisisnya, Priyonggo menggarisbawahi pentingnya kebijakan perlindungan lahan pertanian, termasuk upaya konservasi tanah, pengendalian konversi, serta pemberdayaan petani. Menurutnya, lahan merupakan faktor produksi utama yang tidak bisa digantikan sehingga harus dijaga secara serius demi keberlanjutan pangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, data cadangan pangan pemerintah juga menunjukkan keterbatasan. Beberapa komoditas penting seperti kedelai, jagung, dan daging ayam belum memiliki stok cadangan sesuai standar Badan Pangan Nasional. Hal ini membuat pemerintah kesulitan melakukan intervensi saat terjadi lonjakan harga.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam rekomendasinya, Taskap ini menekankan perlunya strategi menyeluruh. Pertama, memperkuat kemandirian produksi melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Kedua, mengoptimalkan riset dan teknologi pangan untuk meningkatkan produktivitas. Ketiga, membangun sistem cadangan pangan yang tangguh, baik di tingkat nasional maupun daerah.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, kerja sama multipihak menjadi kunci. Pemerintah, akademisi, swasta, hingga masyarakat perlu bersinergi menjaga ketahanan pangan. Edukasi gizi, diversifikasi pangan lokal, serta peningkatan kapasitas petani adalah langkah nyata yang perlu diimplementasikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui Taskap ini, Priyonggo berharap gagasannya dapat menjadi referensi kebijakan dalam menghadapi ancaman krisis pangan global. Lemhannas RI sebagai lembaga strategis di bidang ketahanan nasional diharapkan dapat menyalurkan pemikiran para peserta program pendidikannya untuk memperkuat fondasi bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p>Publikasi karya ini juga menjadi bukti bahwa setiap peserta PPRA Lemhannas RI tidak hanya dibekali wawasan strategis, tetapi juga didorong menghasilkan karya ilmiah yang solutif. Dengan demikian, penguatan ketahanan pangan nasional bukan sekadar wacana, melainkan agenda nyata yang harus dijalankan bersama.<\/p>\n\n\n\n<p>Keberadaan Taskap <em>\u201cPenguatan Ketahanan Pangan Nasional Guna Mitigasi Krisis Pangan Global\u201d<\/em> menunjukkan komitmen untuk terus mengembangkan ide-ide strategis dalam rangka menjaga kedaulatan bangsa. Karya ilmiah ini diharapkan dapat memperkaya khazanah pustaka Lemhannas RI sekaligus menjadi bahan rujukan penting bagi pengambil kebijakan di bidang pangan dan ketahanan nasional.(IP\/BIA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kolonel Laut (T) Priyonggo Syahmrahmadi, S.Ak., M.Tr.Opsla., CIQnR, peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Lemhannas RI Tahun 2024, telah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-515","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-naskah-publikasi"],"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false},"uagb_author_info":{"display_name":"BI","author_link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?author=2"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Kolonel Laut (T) Priyonggo Syahmrahmadi, S.Ak., M.Tr.Opsla., CIQnR, peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Lemhannas RI Tahun 2024, telah [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/515","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=515"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/515\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=515"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=515"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=515"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}