{"id":509,"date":"2025-09-09T13:10:32","date_gmt":"2025-09-09T06:10:32","guid":{"rendered":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=509"},"modified":"2025-10-03T10:28:09","modified_gmt":"2025-10-03T03:28:09","slug":"merancang-keamanan-nasional-di-ibu-kota-nusantara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=509","title":{"rendered":"Merancang Keamanan Nasional di Ibu Kota Nusantara"},"content":{"rendered":"\n<p>Kombes Pol Muhammad Ridwan, S.I.K., M.H., peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Lemhannas RI tahun 2024, berhasil menyusun sebuah Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) dengan judul <em>\u201cMerancang Keamanan Nasional dalam Menghadapi Ancaman Non-Konvensional di Ibu Kota Nusantara Guna Memperkokoh Ketahanan Nasional\u201d<\/em>. Karya ini menjadi salah satu kontribusi strategis dalam memperkaya wacana keamanan nasional, khususnya di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat pemerintahan baru.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap ini lahir dari kesadaran bahwa pembangunan IKN bukan hanya soal pemindahan pusat administrasi negara, melainkan juga menyangkut kesiapan bangsa menghadapi ancaman baru yang semakin kompleks. Muhammad Ridwan menegaskan bahwa keamanan nasional harus dirancang secara komprehensif agar IKN dapat berdiri kokoh sebagai simbol peradaban Indonesia modern yang tangguh dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam tulisannya, Ridwan mengurai bahwa ancaman non-konvensional kini menjadi tantangan serius bagi ketahanan nasional. Ancaman seperti kejahatan siber, terorisme, konflik sosial, hingga dampak perubahan iklim berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan dan pembangunan IKN. Oleh karena itu, strategi keamanan nasional harus melibatkan seluruh aspek kehidupan berbangsa, mulai dari politik, ekonomi, sosial-budaya, hingga teknologi.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menyoroti bahwa geostrategi Indonesia di tengah persaingan global memberikan peluang sekaligus kerentanan. Posisi strategis jalur perdagangan internasional, perkembangan teknologi disruptif, hingga dinamika Indo-Pasifik menuntut bangsa ini lebih waspada. Dalam konteks IKN, faktor kerawanan lokal seperti potensi konflik lahan, risiko bencana alam, serta kerentanan infrastruktur digital juga harus diantisipasi sejak dini.<\/p>\n\n\n\n<p>Data yang dihimpun Ridwan menunjukkan tingginya angka serangan siber terhadap infrastruktur nasional, serta meningkatnya kriminalitas di Kalimantan Timur, lokasi IKN berada. Hal ini menjadi alarm bahwa perancangan keamanan Nusantara harus berbasis data dan berorientasi pada realitas lapangan, bukan sekadar idealisme kebijakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menganalisis kompleksitas tersebut, Taskap ini menggunakan pendekatan PESTLE yang menguraikan faktor politik, ekonomi, sosial, teknologi, hukum, dan lingkungan. Metode ini dipilih agar strategi yang dihasilkan tidak parsial, melainkan menyeluruh, sehingga mampu menjawab berbagai bentuk ancaman kontemporer yang bersifat multidimensi.<\/p>\n\n\n\n<p>Ridwan juga memanfaatkan teori-teori strategis seperti <em>Securitization Theory<\/em>, <em>Regional Security Complex Theory<\/em>, dan <em>Resilience Theory<\/em> untuk memberikan kerangka konseptual yang lebih kuat. Melalui teori sekuritisasi, misalnya, isu ancaman siber dapat diletakkan sebagai ancaman eksistensial yang harus ditangani secara darurat. Sementara teori ketahanan menekankan pentingnya membangun sistem yang adaptif dan tangguh dalam menghadapi guncangan.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>Dalam kerangka hukum, Taskap ini menegaskan bahwa banyak regulasi telah tersedia, mulai dari Undang-Undang Pertahanan Negara, UU Kepolisian, hingga UU Ibu Kota Negara. Namun, harmonisasi kebijakan lintas lembaga serta pembaruan regulasi menjadi kebutuhan mendesak agar mampu mengakomodasi ancaman non-konvensional yang bersifat dinamis.<\/p>\n\n\n\n<p>Aspek kelembagaan juga mendapat perhatian khusus. Menurut Ridwan, peran lembaga seperti Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Polri, TNI, dan Otorita IKN harus diperkuat dengan koordinasi yang solid. Tanpa integrasi antar-institusi, strategi keamanan akan rapuh ketika berhadapan dengan ancaman nyata.<\/p>\n\n\n\n<p>Tak hanya itu, pembangunan IKN yang mengusung konsep <em>smart city<\/em> menuntut kesiapan teknologi keamanan digital kelas dunia. Pemanfaatan kecerdasan buatan, analisis big data, dan sistem pertahanan siber berlapis harus menjadi bagian integral dari rancangan Nusantara. Hal ini bukan sekadar wacana, tetapi sebuah keniscayaan untuk menjaga keberlangsungan pusat pemerintahan baru.<\/p>\n\n\n\n<p>Ridwan juga menegaskan bahwa partisipasi masyarakat tidak kalah penting. Ketahanan nasional bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi juga melibatkan warga negara dalam membangun budaya sadar ancaman, toleransi, serta kepedulian sosial. IKN, dengan segala keberagamannya, harus menjadi laboratorium harmoni bangsa sekaligus benteng ketahanan sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>Kesimpulan dari Taskap ini menekankan bahwa merancang keamanan nasional untuk IKN berarti membangun sistem yang adaptif, resilient, dan inklusif. Dengan desain yang matang, IKN akan menjadi kota modern yang tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga tahan terhadap ancaman non-konvensional, serta mampu memperkokoh ketahanan nasional Indonesia secara menyeluruh. Kertas karya ini akhirnya menjadi sumbangan pemikiran berharga dari Kombes Pol Muhammad Ridwan kepada Lemhannas RI dan bangsa Indonesia. Diharapkan, gagasan dalam Taskap ini tidak berhenti sebagai kajian akademis, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan strategis yang mendukung terwujudnya IKN sebagai pusat pemerintahan yang modern, aman, dan berdaya saing global.(IP\/BIA)<br><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kombes Pol Muhammad Ridwan, S.I.K., M.H., peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Lemhannas RI tahun 2024, berhasil menyusun sebuah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-509","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-naskah-publikasi"],"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false},"uagb_author_info":{"display_name":"BI","author_link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?author=2"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Kombes Pol Muhammad Ridwan, S.I.K., M.H., peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Lemhannas RI tahun 2024, berhasil menyusun sebuah [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/509","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=509"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/509\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=509"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=509"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=509"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}