{"id":496,"date":"2025-09-03T11:58:04","date_gmt":"2025-09-03T04:58:04","guid":{"rendered":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=496"},"modified":"2025-10-03T10:25:05","modified_gmt":"2025-10-03T03:25:05","slug":"membangun-kesadaran-politik-sebagai-pilar-konsolidasi-demokrasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=496","title":{"rendered":"Membangun Kesadaran Politik sebagai Pilar Konsolidasi Demokrasi"},"content":{"rendered":"\n<p>Kolonel Marinir Marsono, peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan LXVI Lemhannas RI, menyusun sebuah Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) berjudul <em>\u201cMembangun Kesadaran Politik dalam Kehidupan Demokrasi Guna Mempercepat Terwujudnya Konsolidasi Demokrasi.\u201d<\/em> Tulisan ini menguraikan secara mendalam bagaimana kesadaran politik masyarakat dapat menjadi kunci dalam memperkuat demokrasi Indonesia menuju arah yang lebih matang, stabil, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Demokrasi di Indonesia telah mengalami perjalanan panjang sejak era reformasi, dengan berbagai dinamika yang mewarnai setiap fase perkembangannya. Namun, masih terdapat tantangan mendasar berupa rendahnya partisipasi politik yang dilandasi oleh pemahaman substansial. Marsono menekankan bahwa demokrasi tidak sekadar prosedural, melainkan membutuhkan kesadaran politik yang lahir dari pemahaman, kepedulian, dan keterlibatan aktif masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Kesadaran politik memiliki arti penting karena menjadi fondasi bagi setiap warga negara untuk menggunakan hak dan kewajibannya secara bertanggung jawab. Tanpa kesadaran yang memadai, praktik demokrasi cenderung berhenti pada ritual elektoral lima tahunan. Marsono melihat bahwa kondisi ini berpotensi melemahkan kualitas demokrasi, bahkan bisa menimbulkan ketidakpercayaan terhadap sistem politik itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih jauh, Taskap ini menyoroti adanya tantangan berupa rendahnya literasi politik di kalangan masyarakat. Minimnya pendidikan politik, terbatasnya akses informasi yang obyektif, serta tingginya arus disinformasi menjadi hambatan besar bagi upaya membangun demokrasi yang sehat. Menurut Marsono, kondisi tersebut menuntut adanya strategi nasional yang menyeluruh untuk meningkatkan literasi politik.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu strategi yang diusulkan adalah memperkuat pendidikan politik sejak dini, baik melalui jalur formal seperti kurikulum pendidikan maupun non-formal melalui organisasi kemasyarakatan. Pendidikan ini diharapkan tidak hanya menanamkan pengetahuan tentang sistem politik, tetapi juga nilai-nilai kebangsaan, etika berpolitik, serta tanggung jawab sebagai warga negara.<\/p>\n\n\n\n<p>Marsono juga menekankan pentingnya peran media massa dalam membentuk kesadaran politik. Media yang independen, obyektif, dan berorientasi pada kepentingan publik akan mampu menjadi sarana efektif dalam menyampaikan informasi yang mencerahkan. Oleh karena itu, keberadaan media yang sehat harus terus diperkuat agar dapat menjadi mitra masyarakat dalam membangun demokrasi.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>Selain media, peran partai politik juga tidak kalah strategis. Sebagai pilar demokrasi, partai politik seharusnya tidak hanya berfokus pada perebutan kekuasaan, tetapi juga mendidik kader dan konstituennya untuk memahami arti penting demokrasi. Dalam pandangan Marsono, partai politik yang sehat akan melahirkan politisi yang berintegritas, yang pada akhirnya mendorong konsolidasi demokrasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap ini juga menyinggung tentang potensi besar generasi muda dalam mempercepat terwujudnya demokrasi yang berkualitas. Generasi muda dengan tingkat melek teknologi yang tinggi memiliki akses luas terhadap informasi dan jaringan. Namun, tanpa bimbingan dan arah yang tepat, mereka dapat terjebak dalam arus informasi yang menyesatkan. Karenanya, keterlibatan aktif generasi muda perlu difasilitasi dan diarahkan ke jalur yang konstruktif.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, Marsono menilai bahwa konsolidasi demokrasi membutuhkan komitmen bersama dari seluruh komponen bangsa. Negara, masyarakat sipil, media, akademisi, dan sektor swasta harus bersinergi membangun ruang publik yang sehat. Ruang publik tersebut penting agar warga dapat menyalurkan aspirasi secara bebas, rasional, dan beradab.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak hanya itu, pembangunan kesadaran politik juga harus dibarengi dengan penegakan hukum yang adil dan konsisten. Hukum yang ditegakkan tanpa pandang bulu akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem politik. Kepercayaan inilah yang menjadi modal penting untuk mengokohkan demokrasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap Kolonel Marinir Marsono secara keseluruhan menawarkan analisis dan solusi yang relevan terhadap permasalahan demokrasi di Indonesia. Dengan pendekatan yang komprehensif, tulisan ini menegaskan bahwa kesadaran politik bukan sekadar tambahan, melainkan inti dari demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n<p>Marsono berharap bahwa hasil pemikiran dalam Taskap ini dapat menjadi inspirasi dan bahan masukan bagi pengambil kebijakan, akademisi, maupun masyarakat luas. Ia menekankan bahwa demokrasi yang mapan hanya akan terwujud apabila masyarakat menyadari hak sekaligus kewajiban politiknya secara utuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui gagasan yang dituangkan dalam Taskap ini, Kolonel Marinir Marsono berupaya memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta penguatan demokrasi Indonesia. Dengan demikian, kesadaran politik dapat menjadi energi kolektif yang mempercepat terwujudnya konsolidasi demokrasi, menuju bangsa yang lebih kuat, adil, dan bermartabat.(IP\/BIA)<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kolonel Marinir Marsono, peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan LXVI Lemhannas RI, menyusun sebuah Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) berjudul \u201cMembangun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-496","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-naskah-publikasi"],"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false},"uagb_author_info":{"display_name":"BI","author_link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?author=2"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Kolonel Marinir Marsono, peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan LXVI Lemhannas RI, menyusun sebuah Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) berjudul \u201cMembangun [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/496","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=496"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/496\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=496"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=496"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=496"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}