{"id":421,"date":"2025-08-27T10:28:19","date_gmt":"2025-08-27T03:28:19","guid":{"rendered":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=421"},"modified":"2025-10-02T14:13:45","modified_gmt":"2025-10-02T07:13:45","slug":"menjaga-laut-nusantara-strategi-kekuatan-maritim-indonesia-hadapi-dinamika-laut-china-selatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=421","title":{"rendered":"Menjaga Laut Nusantara: Strategi Kekuatan Maritim Indonesia Hadapi Dinamika Laut China Selatan"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Tahun 2024 Lembaga Ketahanan Nasional RI, Kolonel Laut (P) Heri Prihartanto menyusun Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) dengan judul \u201cOptimalisasi Pembangunan Kekuatan Maritim Indonesia Guna Menghadapi Persaingan AS\u2013China di Laut China Selatan.\u201d Tulisan ini membahas langkah strategis Indonesia dalam memperkuat ketahanan maritim nasional di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, serta urgensi kolaborasi antar-lembaga guna menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Laut China Selatan merupakan kawasan vital yang tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga menjadi jalur perdagangan strategis. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah ini menjadi pusat rivalitas antara Amerika Serikat dan China. Konflik klaim wilayah dan peningkatan aktivitas militer kedua negara menimbulkan tekanan terhadap negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang meskipun bukan pihak bersengketa secara langsung, namun terdampak dari dinamika kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap ini mengangkat fakta bahwa klaim sepihak China melalui konsep \u201cten dash line\u201d telah memasuki Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, khususnya di wilayah Laut Natuna Utara. Aktivitas seperti militerisasi pulau buatan dan pelanggaran wilayah oleh kapal asing menunjukkan bahwa Indonesia perlu lebih tangguh dalam memperkuat kedaulatan maritimnya. Dalam konteks ini, kekuatan maritim yang efektif menjadi instrumen utama untuk merespons tantangan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Kolonel Heri menekankan bahwa kekuatan maritim tidak hanya bergantung pada TNI AL semata, tetapi memerlukan sinergi lintas sektor. Saat ini, terdapat setidaknya 18 instansi berbeda yang memiliki yurisdiksi di laut, yang sering kali tumpang tindih. Situasi ini memperlihatkan kebutuhan mendesak akan integrasi kelembagaan dan satu pemahaman bersama mengenai konsep keamanan maritim Indonesia yang menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui analisis SWOT dan PESTLE, Taskap ini mengidentifikasi bahwa Indonesia memiliki kekuatan dari segi posisi geografis, potensi sumber daya, serta visi sebagai poros maritim dunia. Namun kelemahan seperti infrastruktur yang belum memadai, keterbatasan anggaran, serta kurangnya koordinasi lintas lembaga masih menjadi penghambat utama. Di sisi lain, peluang besar terletak pada dukungan politik dan perhatian global terhadap kawasan Indo-Pasifik.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>Dalam menjawab tantangan, strategi yang ditawarkan adalah penguatan pertahanan laut melalui peningkatan kapasitas TNI AL dan Bakamla, percepatan pembangunan industri maritim nasional, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penataan kembali regulasi dan pembentukan komando terpadu pengamanan maritim nasional. Kolaborasi regional dalam bentuk kerja sama ASEAN pun ditekankan sebagai upaya memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap ini juga memberikan perhatian khusus pada aspek diplomasi maritim. Sebagai negara nonblok, Indonesia harus mampu menjaga keseimbangan dalam hubungan luar negeri, tidak berpihak namun tetap tegas dalam memperjuangkan hak-haknya di wilayah perairan sendiri. Diplomasi berbasis kekuatan dan kepastian hukum internasional seperti UNCLOS 1982 menjadi kunci utama dalam menghadapi tekanan dari kekuatan besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, penulis menyoroti perlunya reformasi regulasi dan sistem penegakan hukum di laut. Tanpa kerangka hukum yang kuat dan implementasi yang konsisten, segala strategi yang dirancang akan sulit mencapai hasil maksimal. Oleh karena itu, modernisasi sistem pengawasan laut, baik melalui teknologi maupun penataan kelembagaan, menjadi langkah penting ke depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Taskap ini menggarisbawahi pentingnya transformasi paradigma bahwa laut bukan hanya batas teritorial, melainkan halaman depan negara yang menjadi garda pertama pertahanan nasional. Visi Indonesia sebagai poros maritim dunia harus diwujudkan dengan langkah konkret dan kolaboratif, bukan sebatas slogan semata.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan pendekatan komprehensif yang menggabungkan perspektif keamanan, ekonomi, politik, dan hukum, tulisan ini menawarkan pemikiran strategis yang layak dijadikan rujukan bagi para pengambil kebijakan. Indonesia diharapkan mampu mengambil posisi tegas dan cerdas dalam menjaga kedaulatan laut, tanpa terpancing dalam konflik terbuka antara kekuatan besar dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui karya ilmiah ini, Kolonel Heri Prihartanto memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ketahanan nasional di ranah maritim. Taskap ini sekaligus menjadi bentuk sumbangsih pemikiran dari kalangan peserta pendidikan strategis di Lemhannas RI dalam menjawab tantangan nyata geopolitik dan geostrategi kawasan, terutama dalam membangun kekuatan maritim Indonesia yang mandiri dan berdaya saing global. (IP\/BIA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Tahun 2024 Lembaga Ketahanan Nasional RI, Kolonel Laut (P) Heri Prihartanto menyusun Kertas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-421","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-naskah-publikasi"],"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false},"uagb_author_info":{"display_name":"BI","author_link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?author=2"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Dalam program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII Tahun 2024 Lembaga Ketahanan Nasional RI, Kolonel Laut (P) Heri Prihartanto menyusun Kertas [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/421","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=421"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/421\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=421"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=421"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=421"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}