{"id":1732,"date":"2026-09-21T12:43:00","date_gmt":"2026-09-21T05:43:00","guid":{"rendered":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=1732"},"modified":"2026-09-09T12:14:52","modified_gmt":"2026-09-09T05:14:52","slug":"memperkuat-diplomasi-pertahanan-indonesia-perancis-untuk-mewujudkan-kemandirian-bangsa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=1732","title":{"rendered":"Memperkuat Diplomasi Pertahanan Indonesia\u2013Perancis untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa"},"content":{"rendered":"\n<p>Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia melalui Perpustakaan Lemhannas RI menghadirkan Kertas Kerja Perorangan (KKP) karya Marsma TNI Anang Surdwiyono, S.Hub.Int., peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVII Tahun 2026, berjudul \u201cPenguatan Diplomasi Pertahanan pada Kemitraan Strategis Indonesia\u2013Perancis Guna Kemandirian Bangsa\u201d. Karya ini mengangkat pentingnya diplomasi pertahanan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat kapasitas nasional dan mewujudkan kemandirian industri pertahanan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kajian tersebut berangkat dari perkembangan lingkungan strategis yang semakin dinamis serta kebutuhan Indonesia untuk memiliki kemampuan pertahanan yang kuat, adaptif, dan tidak bergantung secara berlebihan pada pihak eksternal. Dalam konteks tersebut, diplomasi pertahanan tidak semata-mata dipandang sebagai sarana membangun hubungan bilateral, tetapi juga sebagai instrumen untuk mendukung kepentingan nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemitraan strategis Indonesia\u2013Perancis menjadi salah satu peluang penting dalam upaya tersebut. Hubungan kedua negara telah berkembang melalui berbagai bentuk kerja sama pertahanan, termasuk pengadaan alat utama sistem persenjataan, pengembangan industri, pendidikan, serta riset dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n<p>Perancis dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki kemampuan teknologi pertahanan maju sekaligus membuka ruang bagi Indonesia untuk memperkuat kapasitas industri pertahanan nasional. Kerja sama yang dibangun secara tepat dapat memberikan manfaat lebih luas daripada sekadar pemenuhan kebutuhan alutsista.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu perhatian utama dalam KKP ini adalah masih kuatnya orientasi kerja sama pertahanan pada aspek pengadaan atau procurement-oriented. Pola tersebut berpotensi membuat kerja sama lebih berfokus pada pemenuhan kebutuhan operasional jangka pendek daripada membangun kemampuan teknologi dan industri pertahanan dalam negeri secara berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kajian juga menemukan bahwa diplomasi pertahanan belum sepenuhnya terintegrasi dengan kebijakan pembangunan industri pertahanan nasional. Kerja sama internasional perlu dihubungkan secara sistematis dengan agenda penguasaan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan industri, serta penguatan ekosistem riset dan inovasi.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>Persoalan lainnya adalah koordinasi antar pemangku kepentingan yang belum optimal. Keterlibatan kementerian dan lembaga, industri pertahanan, lembaga riset, serta institusi pendidikan perlu dibangun secara lebih terpadu agar kebijakan dan program kerja sama dapat berjalan selaras serta menghasilkan manfaat strategis bagi Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam perspektif yang lebih luas, kemitraan strategis Indonesia\u2013Perancis juga perlu diarahkan dari pola hubungan pengguna dan pemasok menuju kemitraan yang memberikan nilai tambah bagi kedua negara. Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi end-user, tetapi mampu meningkatkan posisi sebagai mitra strategis yang memiliki kapasitas teknologi dan industri yang semakin kuat.<\/p>\n\n\n\n<p>Transfer teknologi menjadi salah satu elemen penting dalam mewujudkan tujuan tersebut. Transfer teknologi yang hanya berhenti pada aspek administratif, perakitan, atau pemeliharaan belum cukup untuk menghasilkan kemandirian. Diperlukan peningkatan kemampuan rekayasa, sumber daya manusia, riset, dan inovasi agar Indonesia mampu menyerap serta mengembangkan teknologi yang diperoleh.<\/p>\n\n\n\n<p>KKP ini juga melihat adanya peluang besar melalui pengembangan co-development dan joint production. Skema tersebut dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan industri pertahanan nasional sekaligus menciptakan nilai tambah di dalam negeri.<\/p>\n\n\n\n<p>Perkembangan teknologi disruptif turut membuka ruang bagi Indonesia untuk melakukan lompatan teknologi atau technological leapfrogging. Pemanfaatan kecerdasan artifisial, sistem nirawak, keamanan siber, satelit, dan teknologi pertahanan modern dapat menjadi bagian dari strategi peningkatan kapabilitas pertahanan nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman strategis. Ketergantungan terhadap teknologi dan sistem pertahanan dari luar negeri dapat membatasi kedaulatan strategis, terutama ketika terjadi krisis, konflik geopolitik, gangguan rantai pasok, atau pembatasan akses terhadap teknologi inti.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, penguatan diplomasi pertahanan perlu diarahkan untuk meningkatkan posisi tawar Indonesia dalam hubungan internasional. Diplomasi yang kuat bukan hanya menghasilkan kerja sama, tetapi juga memastikan setiap kerja sama memberikan kontribusi terhadap pengembangan kapasitas nasional dan kepentingan strategis Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendekatan whole of government menjadi penting untuk menjembatani kepentingan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi antarkementerian dan lembaga, industri pertahanan, perguruan tinggi, serta lembaga penelitian diperlukan agar kebijakan diplomasi pertahanan dan industrialisasi nasional dapat berjalan dalam satu arah yang terintegrasi.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>Pada akhirnya, kemandirian strategis tidak berarti Indonesia harus sepenuhnya terlepas dari kerja sama internasional. Sebaliknya, kemitraan internasional perlu dimanfaatkan secara cerdas untuk memperkuat kemampuan nasional, memperluas penguasaan teknologi, dan membangun industri pertahanan yang mandiri, berdaya saing, serta berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>KKP Anang Surdwiyono menegaskan adanya kesenjangan antara kondisi faktual dan kondisi ideal dalam pemanfaatan diplomasi pertahanan. Kesenjangan tersebut menunjukkan perlunya penguatan orientasi, kebijakan, tata kelola, industri dan teknologi nasional, serta kemitraan strategis yang dibangun atas dasar kepentingan dan manfaat bersama.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui kajian ini, diplomasi pertahanan ditempatkan sebagai instrumen yang dapat memberikan dampak lebih luas terhadap pembangunan nasional. Kemitraan strategis dengan Perancis diharapkan mampu mendorong industrialisasi, penguasaan teknologi, peningkatan kapasitas nasional, serta memperkuat kemandirian industri pertahanan Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Kertas Kerja Perorangan ini dapat menjadi salah satu referensi untuk memahami bagaimana dinamika hubungan internasional, diplomasi pertahanan, teknologi, dan industri strategis saling berkaitan dalam membangun ketahanan nasional. Karya ini juga memperlihatkan pentingnya pemikiran strategis dalam merumuskan kebijakan yang berorientasi pada kepentingan nasional dan kemandirian bangsa. (AT\/BIA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia melalui Perpustakaan Lemhannas RI menghadirkan Kertas Kerja Perorangan (KKP) karya Marsma TNI Anang Surdwiyono, S.Hub.Int., [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1732","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-naskah-publikasi"],"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false},"uagb_author_info":{"display_name":"BI","author_link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?author=2"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia melalui Perpustakaan Lemhannas RI menghadirkan Kertas Kerja Perorangan (KKP) karya Marsma TNI Anang Surdwiyono, S.Hub.Int., [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1732","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1732"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1732\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1734,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1732\/revisions\/1734"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1732"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1732"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1732"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}