{"id":1274,"date":"2026-06-05T11:02:00","date_gmt":"2026-06-05T04:02:00","guid":{"rendered":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=1274"},"modified":"2026-06-17T09:02:25","modified_gmt":"2026-06-17T02:02:25","slug":"penguatan-perikanan-tangkap-tradisional-untuk-kedaulatan-pangan-dan-ketahanan-nasional-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=1274","title":{"rendered":"Penguatan Perikanan Tangkap Tradisional untuk Kedaulatan Pangan dan Ketahanan Nasional Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p>Sebagai think tank negara yang terus menghasilkan berbagai kajian strategis berbasis kebijakan, Lemhannas RI kembali menghadirkan gagasan penting melalui Kertas Kerja Perorangan (KKP) peserta P3N XXVI Tahun 2025, Laksamana Pertama TNI Erna Fauziah, S.E., M.Ak., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., berjudul <em>\u201cPenguatan Industri Perikanan Tangkap Tradisional yang Berkelanjutan dan Berdaya Saing Guna Mewujudkan Kedaulatan Pangan dalam Rangka Mendukung Ketahanan Nasional.\u201d<\/em> Kajian ini mengangkat pentingnya transformasi sektor perikanan tangkap tradisional sebagai salah satu pilar strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan memperkuat ketahanan nasional Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Kajian tersebut berangkat dari realitas bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan wilayah laut yang sangat luas dan sumber daya perikanan yang melimpah. Potensi tersebut seharusnya menjadi modal utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang berdaulat.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun demikian, besarnya potensi sumber daya kelautan belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kondisi kesejahteraan nelayan tradisional. Di berbagai wilayah pesisir masih ditemukan tingkat kemiskinan yang relatif tinggi, keterbatasan akses modal, rendahnya penguasaan teknologi, serta lemahnya posisi tawar nelayan dalam rantai nilai industri perikanan nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui kajian ini, penulis menegaskan bahwa sektor perikanan tangkap tradisional memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kedaulatan pangan nasional. Ikan menjadi salah satu sumber protein utama masyarakat Indonesia sehingga keberlanjutan produksi dan distribusinya harus dijaga secara konsisten melalui tata kelola yang efektif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kajian juga mengungkap adanya paradoks kemaritiman yang masih dihadapi Indonesia. Di satu sisi Indonesia memiliki kekayaan sumber daya laut yang besar, namun di sisi lain masyarakat pesisir sebagai pelaku utama sektor tersebut masih menghadapi berbagai keterbatasan yang berdampak pada rendahnya tingkat kesejahteraan dan daya saing.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbagai tantangan yang dihadapi sektor perikanan tangkap tradisional antara lain keterbatasan infrastruktur, minimnya fasilitas rantai dingin atau <em>cold chain<\/em>, tingginya kehilangan hasil pascapanen, serta belum optimalnya penerapan teknologi digital dalam proses produksi maupun pemasaran hasil tangkapan.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>Selain itu, perubahan iklim dan tekanan terhadap sumber daya ikan juga menjadi ancaman yang tidak dapat diabaikan. Perubahan pola cuaca, kenaikan suhu laut, dan menurunnya kualitas lingkungan perairan berpotensi mengurangi produktivitas perikanan tangkap yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat pesisir.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam perspektif ketahanan nasional, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga berpengaruh terhadap stabilitas sosial, ketahanan pangan, serta keamanan maritim Indonesia. Oleh karena itu, penguatan industri perikanan tangkap tradisional harus dipandang sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional yang bersifat multidimensional.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis menilai bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya melalui kebijakan Penangkapan Ikan Terukur, pengembangan ekonomi biru, modernisasi pelabuhan perikanan, digitalisasi tata kelola perikanan, serta pemberdayaan kelembagaan nelayan. Kebijakan tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun industri perikanan yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski demikian, implementasi berbagai kebijakan tersebut masih menghadapi sejumlah kendala. Kesenjangan kapasitas antara nelayan kecil dan pelaku usaha besar, rendahnya literasi digital, serta belum optimalnya koordinasi lintas sektor menjadi faktor yang memengaruhi efektivitas program penguatan perikanan tradisional.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kajiannya, Erna Fauziah menggunakan berbagai pendekatan konseptual seperti Ekonomi Biru, Ekonomi Pancasila, Resource-Based View, Sustainable Livelihood Framework, dan teori Ketahanan Nasional. Pendekatan tersebut digunakan untuk menganalisis keterkaitan antara pengelolaan sumber daya laut, kesejahteraan masyarakat, serta kepentingan strategis bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p>Konsep Ekonomi Biru menjadi salah satu landasan utama yang menekankan pemanfaatan sumber daya laut secara efisien, inovatif, dan berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, pembangunan sektor perikanan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem laut bagi generasi mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, konsep Ekonomi Pancasila menempatkan nelayan sebagai subjek utama pembangunan ekonomi. Prinsip gotong royong, keadilan sosial, dan pemerataan manfaat pembangunan menjadi elemen penting dalam memperkuat posisi masyarakat pesisir sebagai pelaku utama ekonomi maritim nasional.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>Kajian ini juga menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan nelayan melalui koperasi dan organisasi ekonomi berbasis komunitas. Kelembagaan yang kuat dinilai mampu meningkatkan akses terhadap pembiayaan, teknologi, pasar, serta berbagai program pemberdayaan yang disediakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, digitalisasi sektor perikanan menjadi salah satu rekomendasi strategis yang perlu dipercepat. Pemanfaatan teknologi informasi, sistem pelacakan hasil tangkapan, hingga pemasaran digital diyakini dapat meningkatkan efisiensi usaha sekaligus memperluas akses pasar bagi produk perikanan nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Penguatan infrastruktur pascapanen juga menjadi perhatian utama dalam kajian ini. Pembangunan fasilitas penyimpanan dingin, sentra pengolahan hasil perikanan, serta modernisasi tempat pelelangan ikan diyakini mampu mengurangi kehilangan hasil dan meningkatkan nilai tambah produk perikanan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari perspektif pertahanan dan keamanan, nelayan tradisional memiliki peran strategis sebagai bagian dari komponen pendukung pertahanan negara. Kehadiran mereka di wilayah perairan Indonesia dapat menjadi elemen penting dalam mendukung pengawasan laut dan menjaga kedaulatan wilayah maritim nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai penutup, KKP ini menegaskan bahwa penguatan industri perikanan tangkap tradisional yang berkelanjutan dan berdaya saing merupakan langkah strategis untuk mewujudkan kedaulatan pangan sekaligus memperkuat ketahanan nasional. Dengan dukungan kebijakan yang terintegrasi, penguatan kelembagaan, modernisasi infrastruktur, serta pemanfaatan teknologi digital, sektor perikanan tangkap tradisional dapat menjadi motor penggerak pembangunan maritim Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. (AT\/BIA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai think tank negara yang terus menghasilkan berbagai kajian strategis berbasis kebijakan, Lemhannas RI kembali menghadirkan gagasan penting melalui Kertas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1274","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-naskah-publikasi"],"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false},"uagb_author_info":{"display_name":"BI","author_link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?author=2"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Sebagai think tank negara yang terus menghasilkan berbagai kajian strategis berbasis kebijakan, Lemhannas RI kembali menghadirkan gagasan penting melalui Kertas [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1274","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1274"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1274\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1275,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1274\/revisions\/1275"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1274"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1274"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1274"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}