{"id":1112,"date":"2026-02-27T09:21:10","date_gmt":"2026-02-27T02:21:10","guid":{"rendered":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=1112"},"modified":"2026-03-02T10:46:32","modified_gmt":"2026-03-02T03:46:32","slug":"percepatan-energi-baru-terbarukan-sebagai-pilar-kemandirian-ekonomi-dan-ketahanan-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?p=1112","title":{"rendered":"Percepatan Energi Baru Terbarukan sebagai Pilar Kemandirian Ekonomi dan Ketahanan Nasional"},"content":{"rendered":"\n<p>Perpustakaan sebagai pusat diseminasi pengetahuan strategis kembali menghadirkan ulasan substantif dari Kertas Kerja Perorangan (KKP) karya Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi, S.E., M.Han. berjudul Percepatan Diversifikasi Energi Baru Terbarukan Guna Mendukung Kemandirian Ekonomi Dalam Rangka Ketahanan Nasional, yang disusun dalam rangka Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXV Lemhannas RI Tahun 2025, sebagai kontribusi pemikiran kebijakan strategis bagi masa depan bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p>Karya ini berangkat dari kesadaran bahwa ketahanan nasional tidak lagi dapat dilepaskan dari isu energi, khususnya di tengah dinamika global yang ditandai krisis energi, ketegangan geopolitik, dan tuntutan transisi menuju ekonomi rendah karbon. Energi tidak hanya menjadi faktor produksi, tetapi juga instrumen strategis dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam konteks global, dunia sedang menghadapi krisis energi yang bersifat multidimensional dan lintas kawasan. Lonjakan harga energi, gangguan rantai pasok, serta konflik geopolitik telah membuka mata banyak negara akan pentingnya membangun sistem energi yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan melalui diversifikasi sumber energi.<\/p>\n\n\n\n<p>Indonesia sebagai negara berkembang dengan kebutuhan energi yang terus meningkat berada pada posisi strategis sekaligus rentan. Ketergantungan yang tinggi terhadap energi fosil, khususnya batubara dan impor bahan bakar, menimbulkan risiko ekonomi dan politik yang dapat melemahkan ketahanan nasional apabila tidak diantisipasi dengan kebijakan yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui pendekatan ketahanan nasional berbasis Asta Gatra, KKP ini menempatkan energi baru terbarukan sebagai pengungkit utama dalam memperkuat gatra ekonomi, politik, pertahanan dan keamanan, serta sumber daya alam. Energi bersih dipandang bukan semata isu lingkungan, tetapi fondasi strategis pembangunan nasional jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p>Indonesia sejatinya dianugerahi potensi energi baru terbarukan yang sangat besar, terutama energi surya. Letak geografis di garis khatulistiwa menjadikan intensitas radiasi matahari relatif stabil sepanjang tahun, dengan potensi teknis yang jauh melampaui kapasitas terpasang saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun demikian, pemanfaatan energi surya nasional masih sangat rendah jika dibandingkan dengan potensi yang dimiliki. Kesenjangan antara potensi dan realisasi ini menjadi salah satu fokus utama analisis dalam KKP, yang menyoroti perlunya percepatan kebijakan dan implementasi secara sistematis.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>Permasalahan pengembangan energi surya di Indonesia bersifat multidimensional. Dari sisi teknologi dan infrastruktur, keterbatasan jaringan listrik yang terfragmentasi antarwilayah, ketergantungan pada komponen impor, serta belum optimalnya sistem penyimpanan energi menjadi tantangan nyata.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari aspek ekonomi dan investasi, biaya awal pembangunan PLTS yang relatif tinggi, skema insentif yang belum kompetitif, serta minimnya dukungan pembiayaan hijau membuat minat investor dan masyarakat masih terbatas. Kondisi ini berdampak pada lambatnya penetrasi energi surya, baik pada skala besar maupun rumah tangga.<\/p>\n\n\n\n<p>Aspek regulasi dan kelembagaan juga menjadi sorotan penting. Belum adanya payung hukum yang secara tegas memprioritaskan energi terbarukan, tumpang tindih kewenangan, serta proses perizinan yang panjang dan kompleks sering kali menghambat percepatan proyek energi surya di berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, tantangan sosial dan budaya turut memengaruhi keberhasilan transisi energi. Rendahnya literasi energi, terbatasnya edukasi publik, serta kurang masifnya peran media dalam mengampanyekan manfaat energi terbarukan menyebabkan adopsi teknologi ini belum menjadi gerakan bersama.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski demikian, KKP ini juga menegaskan adanya peluang strategis yang sangat besar. Dukungan pendanaan internasional untuk transisi energi, komitmen global terhadap penurunan emisi karbon, serta arah kebijakan nasional yang semakin pro-transisi energi menjadi momentum penting yang harus dimanfaatkan secara optimal.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengembangan energi surya dinilai memiliki efek ganda bagi perekonomian nasional. Selain mengurangi impor energi dan beban fiskal negara, sektor ini berpotensi menciptakan lapangan kerja hijau, mendorong industri manufaktur dalam negeri, serta meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kerangka kemandirian ekonomi, diversifikasi energi baru terbarukan menjadi instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi dari guncangan eksternal. Energi yang bersumber dari dalam negeri memberikan kepastian pasokan dan stabilitas harga yang lebih terjaga.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p>KKP ini menawarkan sejumlah strategi kunci, antara lain penguatan teknologi dan infrastruktur melalui pengembangan industri dalam negeri, penerapan smart grid, dan inovasi penyimpanan energi. Pendekatan kolaboratif antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta dipandang sebagai prasyarat keberhasilan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, transformasi ekonomi dan investasi diusulkan melalui penyediaan insentif fiskal yang menarik, pembentukan dana energi hijau, serta penguatan peran lembaga keuangan nasional dalam mendukung proyek energi terbarukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada aspek regulasi, penegasan kebijakan melalui pembaruan peraturan perundang-undangan, pembentukan kelembagaan khusus energi terbarukan, serta penyederhanaan proses perizinan menjadi langkah strategis untuk menciptakan kepastian hukum dan iklim investasi yang kondusif.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak kalah penting, peningkatan literasi energi dan edukasi publik harus menjadi agenda nasional. Integrasi materi energi terbarukan dalam kurikulum pendidikan, pelatihan masyarakat, dan optimalisasi peran media diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif akan pentingnya transisi energi.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara keseluruhan, Kertas Kerja Perorangan ini menegaskan bahwa percepatan diversifikasi energi baru terbarukan, khususnya tenaga surya, bukan sekadar pilihan kebijakan, melainkan keharusan strategis untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dan memperkokoh ketahanan nasional Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui publikasi ini, perpustakaan berharap pemikiran strategis yang disampaikan oleh Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi dapat menjadi referensi berharga bagi pemangku kepentingan, akademisi, dan masyarakat luas dalam memahami pentingnya energi terbarukan sebagai fondasi masa depan bangsa yang berdaulat, mandiri, dan berdaya saing. (IP\/GT)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perpustakaan sebagai pusat diseminasi pengetahuan strategis kembali menghadirkan ulasan substantif dari Kertas Kerja Perorangan (KKP) karya Marsekal Pertama TNI Feri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1112","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-naskah-publikasi"],"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false},"uagb_author_info":{"display_name":"BI","author_link":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/?author=2"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Perpustakaan sebagai pusat diseminasi pengetahuan strategis kembali menghadirkan ulasan substantif dari Kertas Kerja Perorangan (KKP) karya Marsekal Pertama TNI Feri [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1112","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1112"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1112\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1113,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1112\/revisions\/1113"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1112"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1112"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.lemhannas.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1112"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}